Mitos Misteri Sungai Citarum: Dari Siluman Kerbau Hingga Ikan Aneh
- account_circle M Effendi
- calendar_month Rabu, 4 Okt 2023
- print Cetak

Sungai Citarum. (Foto Instagram @taeyanh_kulture dan satgas Citarum)
Indo1.id – Sungai Citarum, sungai terpanjang dan terbesar di Provinsi Jawa Barat, telah lama menjadi perhatian dunia karena tingkat ketercemarannya yang sangat tinggi sejak tahun 2007.
Meskipun terkenal sebagai salah satu sungai terkotor di dunia, Sungai Citarum juga menyimpan sejumlah misteri yang belum terpecahkan.
Lensa Sejarah melalui kanal YouTube-nya membahas beberapa fakta menarik dan misteri terkait Sungai Citarum:
1. Munding Dongkol:
Meskipun dianggap sebagai mitos, banyak masyarakat yang percaya akan keberadaan makhluk bernama Munding Dongkol.
Munding Dongkol digambarkan sebagai siluman kerbau yang tinggal di sungai ini.
Kehadirannya sering dianggap sebagai pertanda banjir.
Meskipun tidak ada laporan tentang gangguannya terhadap manusia, cerita ini cukup untuk membuat bulu kuduk merinding.
2. Siluman Ular Raden Kalung:
Selain Munding Dongkol, Sungai Citarum juga dikaitkan dengan keberadaan siluman ular yang dikenal sebagai Raden Kalung.
Ular ini memiliki ukuran besar, berwarna hitam, dan memiliki lingkaran putih menyerupai kalung di lehernya.
3. Kemunculan Ikan Aneh:
Pada tahun 2008, warga di kampung Cikarees dikejutkan oleh penemuan ikan berukuran tidak lazim di Sungai Citarum.
Ikan tersebut memiliki panjang 1,8 meter dan berat 90 kg, dan ditemukan di bantaran sungai.
Awalnya, beberapa warga menganggap kemunculan ikan tersebut sebagai pertanda buruk, bahkan menyebutnya sebagai ikan siluman.
Namun, setelah penyelidikan lebih lanjut, ternyata ikan tersebut adalah ikan kancra atau Arafianabidas dalam bahasa Latin, dan mitos tentang ikan siluman tersebut tidak benar.
Sungai Citarum, selain menjadi masalah lingkungan yang serius, juga menyimpan berbagai misteri yang menjadi bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat sekitar.
Meskipun demikian, upaya untuk menjaga kebersihan sungai ini tetap menjadi prioritas utama untuk menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar