Mitos Sungai Cisadane, yang dianggap suci oleh Kerajaan Pajajaran

  • Bagikan
Sungai Cisadane. (Foto Instagram @alhajarrafting)

Indo1.id – Sungai Cisadane, yang melintasi tanah Tatar Pasundan di Pulau Jawa, bukan hanya mengalirkan air, tetapi juga kisah-kisah geografis, misteri, dan mitos yang memikat rasa ingin tahu banyak orang.

Sungai ini, dikenal juga sebagai Ci Gede di sekitar muaranya, membawa cerita-cerita yang menghiasi warisan budaya Indonesia.

Dengan panjang sekitar 126 km, mata airnya berasal dari Gunung Kendeng dan Gunung Pangrango serta Gunung Salak.

Baca Juga :  Mitos Pohon Klumpit Bertuah dari Hutan Jati yang Nyaris Punah

Menurut legenda, Sungai Cisadane dianggap suci oleh Kerajaan Pajajaran, sebelumnya dikenal sebagai “sadane,” yang dalam bahasa Sanskerta berarti “istana kerajaan” atau “jalan kebijaksanaan.”

Kerajaan Pajajaran sangat menghormati air sungai sebagai sarana pembersihan diri dalam perjalanan menuju kebijaksanaan.

Sungai ini menjadi suci bagi masyarakat Hindu di Kerajaan Pajajaran, dan dengan kata “ci” yang berarti sungai dalam bahasa Sunda, “Cisadane” diartikan sebagai sungai suci yang mengalir menuju jalan kebijaksanaan dari Istana Kerajaan Pajajaran.

Baca Juga :  Mitos Pohon Joho: Singgasana Siluman Anjing di Gunungkidul

Namun, misteri mengelilingi Sungai Cisadane, dengan cerita tentang sebuah buaya putih makhluk gaib yang menjaganya.

Buaya ini pertama kali terlihat pada tahun 1962, diikuti oleh banjir yang meluapkan sungai.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan