Wow, Tenyata ada Ritual Buang Sial dengan Membuang Celana Dalam di Gunung Sanggabuana, Tertarik?
- account_circle Nugroho
- calendar_month Sabtu, 11 Nov 2023
- print Cetak

Keelokan Gunung Sanggabuana Jawa Barat, yang ternyata penuh misteri. (Foto: instagram @visitcianjur)
Indo1.id – Gunung Sanggabuana yang terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat, menjadi sorotan publik karena fenomena celana dalam yang bertebaran di sekitarnya.
Ternyata, hal ini berkaitan dengan ritual buang sial yang dilakukan oleh para peziarah yang datang ke gunung tersebut.
Menurut Solihin, warga setempat yang juga aktif sebagai pendaki, ritual ini sudah sering dilakukan oleh peziarah, terutama saat menjelang bulan Maulid.
Peziarah yang datang ke puncak gunung Sanggabuana diwajibkan mandi di salah satu dari tiga pancuran yang ada di sana. Setelah mandi, celana dalam yang dipakai harus dibuang di sekitar tempat pemandian.
“Buang celana dalam itu memang sudah menjadi ritual yang dilakukan oleh peziarah saat bulan Mulud (Maulid). Pengunjung atau pendatang kalau selesai dari Pegunungan Sanggabuana, katanya membuang sial,” kata Solihin.
Sayangnya, ritual ini menimbulkan dampak negatif bagi kelestarian lingkungan. Banyaknya celana dalam yang dibuang membuat kawasan gunung menjadi kotor dan berpotensi menimbulkan penyakit.
Solihin mengatakan, pernah dalam suatu waktu mereka menemukan pakaian dalam yang dibuang mencapai 10-20 karung.
Rifqi Noor Afwan, salah satu anggota Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), mengatakan bahwa ritual ini sebenarnya termasuk ke dalam kearifan lokal yang harus dihormati.
Namun, ia berharap ada tanggung jawab dari pengunjung maupun petugas untuk membersihkan sampah-sampah dari pakaian dalam yang dibuang.
“Kearifan lokal itu kan hal yang bagus ya. Tapi, baiknya setelah melakukan ritual itu ada yang membereskan atau membersihkan. Karena kalau tidak, akan jadi sampah,” kata Rifqi.
Ia juga menyarankan agar biaya tiket masuk yang dibayar oleh pengunjung sudah termasuk alokasi khusus untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.
Sehingga, meski bukan pengunjung yang membersihkan, mereka tetap bertanggung jawab akan sampah yang ditimbulkan.
Ritual buang sial dengan membuang celana dalam di Gunung Sanggabuana merupakan salah satu contoh dari keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia.
Namun, keanekaragaman tersebut juga harus diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar