Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pameran Yos Suprapto Dibredel, Ancaman Serius bagi Kebebasan Ekspresi di Negara Demokrasi

Pameran Yos Suprapto Dibredel, Ancaman Serius bagi Kebebasan Ekspresi di Negara Demokrasi

  • account_circle Ari arjuno
  • calendar_month Minggu, 22 Des 2024
  • print Cetak

Indo1.id – Berita tentang pameran Yos Suprapto yang dibredel telah memicu perdebatan luas di masyarakat.

Langkah pembredelan tersebut mengingatkan kita pada masa Orde Baru, di mana kebebasan berekspresi sering dibungkam demi stabilitas politik yang otoriter.

Apakah Indonesia akan kembali ke masa itu? Sebuah pertanyaan yang relevan dalam konteks saat ini, ketika kebebasan berpendapat diatur oleh konstitusi dan dianggap sebagai pilar demokrasi.

Ancaman terhadap Kebebasan Ekspresi

Pameran seni, seperti halnya karya Yos Suprapto, seringkali berfungsi sebagai medium untuk menyampaikan kritik sosial, politik, dan budaya.

Ketika pameran seni dibredel, kita menghadapi risiko penurunan ruang ekspresi yang sehat dan kritis.

Kebebasan berekspresi yang diatur dalam Pasal 28 UUD 1945 seharusnya menjadi landasan bagi masyarakat untuk berbicara dan berkreasi tanpa rasa takut.

Namun, apa yang terjadi saat kebebasan tersebut dibatasi? Jawabannya adalah potensi munculnya rasa takut di kalangan seniman dan intelektual, serta kecenderungan otoritarianisme yang berbahaya bagi keberlanjutan demokrasi.

Kembali ke Masa Orde Baru?

Pembredelan karya seni menciptakan kekhawatiran tentang apakah Indonesia sedang bergerak mundur ke era di mana kritik dianggap ancaman.

Orde Baru dikenal dengan pembatasan ketat terhadap segala bentuk kritik kepada pemerintah. Media dibungkam, pameran seni dilarang, dan suara-suara oposisi dipadamkan.

Di era Reformasi, rakyat berharap kebebasan berekspresi akan menjadi pilar demokrasi.

Namun, insiden seperti pembredelan pameran ini menunjukkan masih adanya resistensi terhadap kritik yang tajam. Demokrasi bukan hanya soal pemilu dan kebebasan memilih pemimpin, tetapi juga soal ruang untuk mengkritik dan berdiskusi tanpa rasa takut.

Apa yang Harus Dilakukan?

Jika Indonesia ingin mempertahankan statusnya sebagai negara demokratis, maka perlu ada komitmen kuat dari semua pihak, termasuk pemerintah, untuk menjamin kebebasan berekspresi.

Penegakan hukum yang adil, pemahaman bahwa seni adalah bentuk ekspresi, serta dialog terbuka antara seniman dan pemerintah menjadi sangat penting.

Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  1. Revisi kebijakan yang membatasi kebebasan seni agar tidak tumpang tindih dengan undang-undang yang seharusnya melindungi kebebasan berekspresi.
  2. Menciptakan forum dialog antara seniman dan pemerintah untuk membahas pandangan kritis dengan cara yang konstruktif.
  3. Menguatkan peran masyarakat sipil dalam mendukung kebebasan berekspresi sebagai bagian dari hak asasi manusia.

Kesimpulan

Kasus pembredelan pameran Yos Suprapto menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi masih rentan di Indonesia.

Jika dibiarkan, tindakan ini bisa menjadi preseden buruk bagi kebebasan berpendapat dan seni.

Harus ada kesadaran kolektif bahwa demokrasi membutuhkan kritik yang sehat, bukan penekanan terhadap suara-suara yang berbeda.

Demokrasi sejati adalah yang mampu menampung keragaman ekspresi dan kritik, bukan yang menutup ruang dialog.

Indonesia seharusnya bergerak maju dengan menghormati hak-hak fundamental, bukan mundur ke masa-masa represif.

Jika kita ingin menghindari kemunduran ke era Orde Baru, kita perlu mempertahankan dan melindungi kebebasan berekspresi, termasuk dalam seni dan budaya.***

  • Penulis: Ari arjuno

Rekomendasi Untuk Anda

  • Renita Rismayanti Dapat Pujian dalam Pekan Polisi PBB untuk Meningkatkan Keamanan Global

    Renita Rismayanti Dapat Pujian dalam Pekan Polisi PBB untuk Meningkatkan Keamanan Global

    • calendar_month Kamis, 16 Nov 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Briptu Renita Rismayanti dari Indonesia akan meraih penghargaan sebagai perwira polisi wanita terbaik 2023, menurut pengumuman Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penghargaan tersebut akan diserahkan selama Pekan Polisi PBB tahunan, yang dijadwalkan berlangsung pada 13-17 November 2023. Renita Rismayanti saat ini menjabat sebagai petugas basis data kejahatan dalam Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Republik […]

  • Situs Sejarah Candi Promasan Dan Sendang Pengilon.

    Situs Sejarah Candi Promasan Dan Sendang Pengilon.

    • calendar_month Sabtu, 4 Feb 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id II Candi Promasan atau sendang pengilon berada di Dusun Candi promasan, Desa Ngresep balong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Candi Promasan ini merupakan sebuah situs Pethirtaan yang terdiri dari tiga tingkatan dengan tiga pancuran yang berupa lingga dan yoni di tingkatan bawah. Dari sisa-sisa bebatuan yang tinggal disini, maka disimpulkan Candi Promasan merupakan […]

  • Dua Bocah di Cimanggis Depok Jadi Korban Rudapaksa, Pelaku Diamankan!

    Dua Bocah di Cimanggis Depok Jadi Korban Rudapaksa, Pelaku Diamankan!

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Supriyadi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Dua balita di Kota Depok, Jawa Barat menjadi korban rudapaksa oleh seorang pria berusia 37 tahun di wilayah Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Korban merupakan kakak beradik yang masih di bawah lima tahun. Kini pelaku telah ditangani oleh Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok. “Ditangi unit PPA Polres Metro Depok,” ucap Kapolsek […]

  • ​Tempat Wisata Paling Banyak Dikunjungi di Jawa Barat Saat Libur Lebaran 2025

    ​Tempat Wisata Paling Banyak Dikunjungi di Jawa Barat Saat Libur Lebaran 2025

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Hanken Arya
    • 0Komentar

    ​Indo1.id – Libur Lebaran selalu menjadi momen yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Jawa Barat, dengan kekayaan destinasi wisatanya, menjadi salah satu provinsi yang paling ramai dikunjungi. Berikut adalah beberapa tempat wisata di Jawa Barat yang paling banyak dikunjungi selama libur Lebaran 2025:​ 1. Orchid Forest Cikole, Lembang Terletak di Lembang, Bandung, Orchid Forest […]

  • Apa Sih Pengaruh Starlink terhadap Kedaulatan Siber Indonesia?

    Apa Sih Pengaruh Starlink terhadap Kedaulatan Siber Indonesia?

    • calendar_month Jumat, 22 Sep 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Starlink, proyek satelit internet milik Elon Musk, anak perusahaan SpaceX, akan segera masuk ke Indonesia melalui kerjasama dengan PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat). Starlink menawarkan layanan internet berkecepatan tinggi dengan menggunakan satelit orbit rendah (low earth orbit/LEO) yang lebih dekat dengan permukaan bumi dibandingkan satelit geostasioner (geostationary orbit/GEO) yang biasa digunakan oleh operator […]

  • Tips Foto Malam Pakai Handphone Agar Dapet Hasil yang Bagus dan Berkualitas!

    Tips Foto Malam Pakai Handphone Agar Dapet Hasil yang Bagus dan Berkualitas!

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Mengambil foto di malam hari dengan handphone bisa menjadi tantangan tersendiri. Kondisi pencahayaan yang kurang dan kualitas kamera yang terbatas bisa membuat hasil foto menjadi buram, gelap, atau penuh noise. Namun, jangan khawatir, ada beberapa tips yang bisa kamu coba untuk mendapatkan hasil foto malam yang bagus dengan handphone. Berikut ini adalah beberapa […]

expand_less