Bolehkan Penderita Kolesterol Makan Daging Kambing? Ini Fakta Sebenarnya!
- account_circle Nugroho
- calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
- print Cetak

Daging kambing nan lezat. (Foto: pixabay)
Indo1.id – Daging kambing adalah salah satu jenis daging yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia.
Daging kambing memiliki rasa yang gurih dan tekstur yang empuk, sehingga cocok diolah menjadi berbagai masakan, seperti sate, gulai, tongseng, dan sop.
Selain itu, daging kambing juga mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, seperti protein, zat besi, zinc, fosfor, vitamin B, dan vitamin E.
Namun, banyak orang yang mengira bahwa daging kambing tidak baik dikonsumsi oleh penderita kolesterol tinggi.
Hal ini karena daging kambing dianggap mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Apakah benar demikian? Mari kita simak fakta sebenarnya tentang daging kambing dan kolesterol.
Menurut data dari USDA National Nutrient Database for Standard Reference, 100 gram daging kambing mentah mengandung sekitar 3 gram lemak jenuh dan 75 miligram kolesterol.
Jika dibandingkan dengan daging sapi atau ayam, jumlah ini masih terbilang rendah.
Misalnya, 100 gram daging sapi mentah mengandung sekitar 6 gram lemak jenuh dan 90 miligram kolesterol, sedangkan 100 gram daging ayam mentah mengandung sekitar 4 gram lemak jenuh dan 85 miligram kolesterol.
Artinya, kepercayaan masyarakat soal daging kambing tidak baik dikonsumsi penderita kolesterol tinggi tidak sepenuhnya benar.
Masih banyak manfaat dari daging kambing, seperti sumber zat besi yang baik.
Zat besi yang ada di daging kambing membantu tubuh membuat sel darah merah baru yang membawa oksigen ke sel-sel tubuh.
Selain itu, daging kambing juga mengandung protein yang tinggi, yaitu sekitar 27 gram per 100 gram daging.
Protein merupakan nutrisi penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot.
Lalu, bagaimana cara sehat mengonsumsi daging kambing bagi penderita kolesterol tinggi?
Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan:
– Pilihlah bagian daging kambing yang lebih kurus dan potonglah bagian lemaknya sebelum dimasak.
– Hindari mengolah daging kambing dengan cara digoreng atau ditambahkan santan, minyak goreng, atau gula berlebihan.
Lebih baik pilihlah cara memasak yang lebih sehat, seperti direbus, dibakar, atau dipanggang.
– Batasi porsi makan daging kambing sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda.
Sebagai acuan, satu porsi daging kambing sebaiknya tidak lebih dari 85 gram atau seukuran telapak tangan Anda.
– Konsumsi juga makanan-makanan lain yang dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh.
Contohnya adalah sayur-sayuran hijau, buah-buahan segar, biji-bijian utuh, ikan berlemak (seperti salmon atau tuna), minyak zaitun, dan kacang-kacangan.
– Jaga pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur, tidak merokok, tidak minum alkohol berlebihan, dan mengelola stres dengan baik.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penderita kolesterol tinggi boleh saja mengonsumsi daging kambing asalkan dalam jumlah dan cara pengolahan yang tepat.
Dengan begitu, Anda dapat menikmati rasa lezat dari daging kambing tanpa khawatir akan efek buruknya bagi tubuh Anda. Selamat mencoba!
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar