Mitos Kediri, Kota Tertua Ketiga di Indonesia, dan Kutukan yang Menakutkan
- account_circle M Effendi
- calendar_month Jumat, 20 Okt 2023
- print Cetak

Tugu Simpan Lima Kediri. (Foto Instagram @rahman.amiin)
Indo1.id – Kota Kediri, yang dianggap sebagai salah satu kota tertua ketiga di Indonesia, mempertahankan citra sakralnya dengan berbagai mitos yang tersebar sejak zaman kerajaan-kerajaan Nusantara.
Beberapa mitos ini masih diyakini oleh banyak kalangan hingga saat ini.
Salah satu mitos yang paling terkenal adalah keyakinan bahwa presiden yang berkunjung ke Kediri akan cepat lengser.
Tapi dari mana asal usul mitos ini?
Berdasarkan berbagai sumber, ternyata mitos ini berhubungan dengan dua kutukan bersejarah yang melibatkan Kediri, yaitu kutukan kitab pada zaman Kerajaan Kalingga dan kutukan Kerajaan Kediri.
Menurut versi kutukan kitab pada zaman Kerajaan Kalingga, Penguasa Kerajaan Kalingga, Kartikea Singha, yang juga suami Ratu Shima, menyusun sebuah kitab hukum pidana pertama di Nusantara yang kemudian dikenal sebagai Kalingga Darma Sastra.
Kitab ini terdiri dari 119 pasal, dan dalam proses penyusunannya, Kartikea Singha memberikan kutukan yang mengatakan, “Siapa kepala negara (yang memiliki jabatan tinggi) yang tidak suci dan masuk wilayah kota Kediri, maka dia akan jatuh.”
Selain itu, ada juga versi kutukan dari Kerajaan Kediri yang ditemukan dalam riwayat Babat Kadhiri.
Kutukan ini menyatakan, “Jika pasukan Kediri menyerang musuh di daerah lawan lebih dulu, mereka akan selalu memenangkan pertempuran.
Namun, jika musuh langsung menyerang pusat Kerajaan Kediri lebih dulu, maka musuh tersebut akan selalu berhasil memperoleh kemenangan yang gemilang.”
Dari kutukan-kutukan ini, ada penafsiran bahwa ketika seorang presiden mengunjungi Kediri, mereka akan menjadi rentan terhadap serangan musuh atau lawan politiknya.
Hingga saat ini, mitos ini tetap diyakini oleh banyak masyarakat dan diyakini telah menyebabkan beberapa presiden Indonesia untuk menghindari kunjungan ke Kediri.
Namun, perlu dicatat bahwa hubungan langsung antara kunjungan presiden dan kejatuhan mereka tidak dapat dibuktikan dan masih menjadi misteri.
Tidak dapat dipungkiri bahwa beberapa kepala negara seperti Soekarno, BJ Habibie, dan Gus Dur dikabarkan mengalami masa-masa sulit setelah mengunjungi Kediri, namun hal ini belum dapat dihubungkan secara pasti dengan mitos ini.
Sebagai contoh, Soeharto, yang memerintah Indonesia selama 32 tahun, dikatakan tidak pernah menginjakkan kaki di Kediri selama pemerintahannya.
Sebagai akhir kata, mitos mengenai kepala negara yang akan cepat lengser setelah berkunjung ke Kediri tetap menjadi teka-teki yang menarik, dan kota ini terus mempertahankan warisan mitos yang mendalam dalam sejarahnya.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar