Berita  

Kericuhan Demo DPR, Polisi Amankan 322 Orang dan Sita Golok hingga Mata Panah

Kericuhan Demo DPR, Polisi Amankan 322 Orang ( suasana malam hari demo 27 agustus 2026 )

Indo1.id – Polisi mengamankan sebanyak 322 orang setelah kericuhan terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Ratusan orang tersebut masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing masing dalam kericuhan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan kericuhan terjadi setelah rangkaian penyampaian aspirasi masyarakat berakhir.

Menurutnya, sebagian besar massa telah meninggalkan lokasi. Namun, setelah itu muncul kelompok yang melakukan aksi vandalisme, perusakan, hingga pelemparan terhadap petugas.

“Setelah rangkaian penyampaian aspirasi berakhir, sebagian besar massa meninggalkan lokasi, muncul sekelompok rusuh yang mengganggu situasi Kamtibmas.

Yang mencoba melakukan perusakan, aksi aksi vandalisme, serta melakukan pelemparan kepada petugas,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga :  Istri Dishub DKI Jakarta Jadi Perhatian Karena Pamerkan Tas Bermerek Dengan Harga Fantastis.

Polisi kemudian melakukan tindakan pengamanan untuk menghentikan aksi vandalisme dan perusakan yang terjadi di sekitar kompleks Gedung DPR/MPR.

322 Orang Masih Diperiksa

Dari total 322 orang yang diamankan, sebanyak 162 orang merupakan orang dewasa berusia 18 hingga 40 tahun.

Mereka saat ini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum atau Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Sementara itu, 160 orang lainnya berusia 12 hingga 19 tahun.

Mereka ditangani Direktorat Reserse Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang atau Ditres PPA dan TPPO Polda Metro Jaya.

Budi menegaskan seluruh orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan. Hingga Jumat (28/8/2026), belum ada satu pun yang dipulangkan.

Baca Juga :  Di Puncak Mudik, Istirahat di Rest Area Maksimal Cuman 30 Menit! Simak Aturannya!

“Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keterlibatan dan peran masing masing berdasarkan fakta serta alat bukti yang tersedia,” ujarnya.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan siapa saja yang terlibat dalam tindakan perusakan maupun tindakan lain yang terjadi selama kericuhan.

Polisi Sita Golok hingga 19 Mata Panah

Dalam proses pengamanan, polisi juga menemukan dan menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kericuhan.

Barang barang tersebut antara lain golok, gunting, asahan pisau, 10 lembar PVC, ketapel, 19 mata panah, satu rantai besi, serta empat tongkat bambu.

Polisi juga mengamankan sebuah mobil pikap yang diduga sengaja diarahkan untuk menabrak anggota kepolisian ketika petugas melakukan pengamanan aksi.

Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan polisi untuk mengungkap peran masing masing orang yang diamankan.

Baca Juga :  Puan Sebut Khofifah Masuk Bursa Cawapres Ganjar, PDIP: Masih Dipertimbangkan

Sejumlah Fasilitas Rusak

Kericuhan juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum milik pemerintah dan kepolisian mengalami kerusakan.

Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan adalah pagar di sekitar Gedung DPR/MPR yang dibakar massa.

Budi mengatakan polisi berhasil mengendalikan situasi dan mengamankan sejumlah fasilitas yang menjadi sasaran perusakan.

“Kerusakan kerusakan yang mengikuti terkait tentang perusakan fasilitas umum milik pemerintah, milik kepolisian, termasuk pagar yang dibakar, ini juga dapat dikendalikan dan diamankan dengan baik,” kata Budi.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh orang yang diamankan untuk menentukan keterlibatan berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan dalam penanganan kericuhan tersebut.