Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bola Indonesia » Mungkinkah Shin Tae-yong Jadi Babak Baru Kejayaan Persija?

Mungkinkah Shin Tae-yong Jadi Babak Baru Kejayaan Persija?

  • account_circle Hanken Arya
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • print Cetak

Indo1.id – Pertanyaan itu mulai layak diajukan: mungkinkah Shin Tae-yong menjadi sosok yang membuka babak baru kejayaan Persija Jakarta?

Terlalu dini memang untuk berbicara tentang gelar juara. Kompetisi Super League 2026/2027 baru memasuki awal musim.

Namun, dua pertandingan pertama sudah memberikan alasan kuat bagi pendukung Macan Kemayoran untuk kembali bermimpi.

Persija mengawali kompetisi dengan cara yang tidak biasa. Bukan menghadapi lawan mudah, tetapi langsung berhadapan dengan dua tim yang musim lalu berada di papan teratas.

Pada laga pertama, Persija mengalahkan Borneo FC 1-0. Setelah itu, Macan Kemayoran menundukkan Persib Bandung 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu, 12 September 2026.

Artinya, Persija mengumpulkan enam poin dari dua pertandingan sekaligus mengalahkan dua tim yang finis di posisi dua besar musim sebelumnya.

Bagi sebuah tim yang sedang membangun era baru, awal seperti ini tentu bukan sekadar kebetulan.

Mengalahkan Juara dan Runner-up

Ada satu data yang membuat start Persija bersama Shin Tae-yong menjadi semakin menarik.

Dua lawan pertama mereka adalah Borneo FC dan Persib Bandung.

Borneo merupakan runner-up musim lalu, sedangkan Persib datang sebagai juara bertahan. Persija mampu melewati keduanya dengan kemenangan.

Shin Tae-yong sendiri menyebut keberhasilan tersebut sebagai pijakan penting bagi perjalanan Persija musim ini.

Pelatih asal Korea Selatan itu mengakui bahwa menghadapi dua tim teratas sejak awal kompetisi sempat menimbulkan kekhawatiran.

Namun, para pemain mampu menjalankan instruksi dan merespons taktik dengan baik sehingga Persija berhasil meraih enam poin.

Ini yang membuat dua kemenangan tersebut mempunyai nilai lebih dibandingkan sekadar statistik enam poin.

Persija sedang menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi tekanan sejak awal.

Shin Tae-yong dan Pengalaman Membangun Mental Tim

Kehadiran Shin Tae-yong juga membawa pengalaman yang tidak sedikit.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut memiliki pengalaman menangani tim nasional Korea Selatan dan Indonesia serta pernah membawa tim menghadapi kompetisi level internasional.

Di Persija, tantangannya tentu berbeda.

Ia tidak lagi bekerja dengan pemain yang berkumpul dalam waktu singkat seperti di tim nasional. Shin kini memiliki kesempatan membangun pola permainan, disiplin, struktur tim, perekrutan pemain dan kultur kerja dalam jangka lebih panjang.

Persija sendiri menunjuk Shin sebagai pelatih kepala untuk menghadapi musim 2026/2027. Klub menilai pengalaman, kompetensi dan visi Shin sesuai dengan arah pengembangan Persija.

Faktor waktu inilah yang menarik.

Jika Shin mendapatkan dukungan penuh dari manajemen, bukan mustahil Persija perlahan memiliki identitas permainan yang lebih konsisten.

Persija Bukan Klub Tanpa Sejarah

Shin Tae-yong juga tidak sedang menangani klub yang kekurangan sejarah.

Persija merupakan salah satu klub paling bersejarah di Indonesia.

Data dari operator kompetisi mencatat Persija telah mengoleksi 11 gelar juara nasional, dengan beberapa gelar diraih pada era Perserikatan serta dua gelar pada era Liga Indonesia, yakni 2001 dan 2018.

Gelar 2018 bahkan mempunyai cerita tersendiri.

Persija harus menunggu 17 tahun setelah juara 2001 sebelum kembali mengangkat trofi liga pada 2018.

Karena itu, persoalan Persija bukan hanya bagaimana memenangkan pertandingan.

Persija mempunyai tuntutan sejarah.

Jakmania tidak sekadar ingin melihat tim bermain bagus. Mereka ingin melihat Macan Kemayoran kembali menjadi kekuatan utama sepak bola nasional.

Dari Enam Poin Menuju Konsistensi

Namun, di sinilah tantangan terbesar Shin Tae-yong.

Dua kemenangan belum berarti Persija sudah menjadi kandidat juara.

Kompetisi liga berlangsung panjang. Cedera, akumulasi kartu, penurunan performa, tekanan suporter dan jadwal padat dapat mengubah peta persaingan.

Karena itu, ukuran sebenarnya dari era Shin bukan hanya bagaimana Persija mengawali musim.

Pertanyaannya adalah:

Bisakah Persija mempertahankan standar tersebut selama satu musim penuh?

Shin sendiri tidak ingin tim terlena.

Setelah kemenangan atas Persib, ia menekankan bahwa perjalanan masih panjang dan Persija harus terus berkembang. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan peluang mencetak gol juga masih harus ditingkatkan.

Sikap tersebut justru menunjukkan bahwa Shin melihat persoalan Persija secara realistis.

Menang penting.

Tetapi konsistensi jauh lebih penting.

Shin Juga Masih Membentuk Skuad

Menariknya, pembangunan Persija versi Shin Tae-yong ternyata belum selesai.

Pada September 2026, pelatih asal Korea Selatan tersebut masih membuka kemungkinan kedatangan pemain baru.

Operator kompetisi menyebut Shin telah menganalisis dan memantau performa ratusan pemain dalam proses penyusunan skuad. Persija juga memastikan masih ada pemain baru yang akan bergabung.

Artinya, dua kemenangan awal tersebut belum tentu merupakan bentuk final Persija.

Masih ada ruang untuk perubahan.

Masih ada pemain yang bisa masuk.

Dan masih ada kemungkinan Shin mengubah komposisi maupun strategi tim sesuai kebutuhan kompetisi.

Persija Bisa Memulai Siklus Kejayaan Baru

Dalam sepak bola, kejayaan sebuah klub biasanya tidak lahir dari satu pertandingan.

Ia lahir dari kombinasi antara pelatih yang tepat, pemain berkualitas, manajemen yang stabil, sistem pembinaan, kekuatan finansial dan dukungan suporter.

Persija memiliki sebagian besar modal tersebut.

Kini tinggal bagaimana semuanya dikelola.

Shin Tae-yong bisa menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Jika ia diberikan waktu, dukungan manajemen dan kewenangan untuk membangun tim sesuai filosofinya, bukan tidak mungkin Persija memasuki sebuah siklus baru.

Apalagi, kemenangan atas Borneo dan Persib memberikan sinyal awal bahwa Persija mampu bersaing dengan tim terbaik.

Namun, satu hal harus tetap diingat:

Enam poin bukan trofi.

Dua kemenangan bukan kejayaan.

Tetapi enam poin dari dua pertandingan melawan runner-up dan juara bertahan adalah fondasi yang cukup kuat untuk mulai membangun harapan.

Dan mungkin saja, jika prosesnya berjalan konsisten, era Shin Tae-yong kelak dikenang sebagai awal dari babak baru kejayaan Macan Kemayoran.

Bukan karena nama besar Shin.

Bukan pula karena dua kemenangan awal.

Melainkan karena kemampuan mengubah harapan menjadi prestasi.

  • Penulis: Hanken Arya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sependapat Dengan Pernyataan Ustadz Danu, King Saipul Jamil ‘Dewi Perssik Harus Di Ruqyah Karena Banyak Jin Di Tubuhnya’

    Sependapat Dengan Pernyataan Ustadz Danu, King Saipul Jamil ‘Dewi Perssik Harus Di Ruqyah Karena Banyak Jin Di Tubuhnya’

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – King Saipul Jamil setuju dengan pernyataan Ustaz Danu bahwa banyak jin di tubuh Dewi Perssik. Menurut Bang Ipul, sifat sang mantan istri yang temperamental membuktikan ucapan sang ustaz itu benar. Temperamen Dewi Perssik yang tinggi itulah penyebab dirinya menjadi korban KDRT selama berumah tangga dahulu. “Jadi, kalau marah, temperamen tingkat tinggi, pokoknya melebihi dari wanita-wanita pada umumnya dah. […]

  • Kisah Nama Indonesia di Jersey AC Milan: Penghormatan untuk Seorang Ibu

    Kisah Nama Indonesia di Jersey AC Milan: Penghormatan untuk Seorang Ibu

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – AC Milan, salah satu klub sepak bola terkemuka di Italia, baru-baru ini mencatatkan cerita unik dalam pertandingan mereka melawan Cagliari. Dalam laga yang berlangsung pada 11 Mei 2024, para pemain Rossoneri mengenakan jersey khusus yang bertuliskan nama ibu mereka, sebagai bentuk perayaan Hari Ibu dan penghormatan kepada perempuan yang telah memberikan mereka kehidupan. […]

  • Hadapi Puncak Arus Mudik, Pelindo III Lembar Lombok Siapkan Dua Dermaga dan Enam Kapal Besar.

    Hadapi Puncak Arus Mudik, Pelindo III Lembar Lombok Siapkan Dua Dermaga dan Enam Kapal Besar.

    • calendar_month Jumat, 14 Apr 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – PT Pelindo III cabang Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mempersiapkan diri untuk menghadapi lonjakan mudik lebaran yang diperkirakan akan terjadi pada tanggal 17 April 2023 atau H-4 Lebaran Idulfitri 1444 H. Dalam mengantisipasi lonjakan tersebut, Pelindo III Lembar telah menyiapkan dua terminal dermaga pelabuhan untuk mengangkut para pemudik. Kedua […]

  • Kiky Saputri Operasi Plastik? Gegara Sering Dikatain Wajahnya Kurang Menarik Oleh Netizen !

    Kiky Saputri Operasi Plastik? Gegara Sering Dikatain Wajahnya Kurang Menarik Oleh Netizen !

    • calendar_month Kamis, 22 Jun 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – kiky Saputri terkenal sebagai komika yang sering menerima komentar memiliki paras tidak cantik. Banyak pula yang menyuruh istri Muhammad Khairi itu untuk melakukan operasi plastik guna memperbaiki bentuk wajahnya. Namun ternyata Kiky Saputri tidak merasa demikian. Ia cukup bersyukur dan merasa tidak ada yang perlu diubah dari wajah dan tubuhnya. Ia bahkan berkelakar takut sepi […]

  • Gegara Sibuk Manggung Bunda Corla Di Pecat Dari Pekerjaannya McDonalds Jerman !!

    Gegara Sibuk Manggung Bunda Corla Di Pecat Dari Pekerjaannya McDonalds Jerman !!

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Baru-baru ini Bunda Corla curhat tidak lagi bekerja di McDonalds Jerman. Ada yang menduga Bunda Corla dipecat karena sudah punya kesibukan baru sebagai artis. Namun dalam penuturannya Bunda Corla, ia sedang menghindari seseorang bernama Abi di tempat kerjanya. “Jauh-jauh hari sebelum Abi gak kerja di McD, hati bunda itu udah gak enak. Aku tuh udah enggak betah. Tapi […]

  • Konser Bring Me The Horizon di Jakarta Berakhir Ricuh, Promotor Dilempari Botol Air Mineral

    Konser Bring Me The Horizon di Jakarta Berakhir Ricuh, Promotor Dilempari Botol Air Mineral

    • calendar_month Sabtu, 11 Nov 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Konser band asal Inggris, Bring Me The Horizon (BMTH), yang digelar di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat (10/11/2023) malam, tidak berjalan lancar. Konser band asal Inggris tersebut harus dihentikan di tengah jalan karena masalah teknis, yang membuat para penonton kecewa dan marah. Kronologi Kejadian Menurut kronologi yang dirilis oleh […]

expand_less