Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pembina LPPH PARFI Soroti Pernyataan Komnas Perlindungan Anak soal Hak Asuh Ruben Onsu dan Sarwendah

Pembina LPPH PARFI Soroti Pernyataan Komnas Perlindungan Anak soal Hak Asuh Ruben Onsu dan Sarwendah

  • account_circle Ari arjuno
  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • print Cetak

Indo1.id – Pembina LPPH PARFI Soroti Pernyataan Komnas Perlindungan Anak soal Hak Asuh Ruben Onsu dan Sarwendah

Pembina Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) PARFI Edy Darmawanto merespons pernyataan Komnas Perlindungan Anak terkait konflik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah.

Sebelumnya, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Agustinus Sirait menyampaikan bahwa apabila konflik berkepanjangan tersebut terbukti memberikan dampak yang sangat besar terhadap anak, pihaknya dapat merekomendasikan agar kedua orang tua dinilai tidak layak mendapatkan hak asuh dan anak dapat diterima oleh negara.

Menanggapi hal tersebut, Pembina LPPH PARFI menilai pernyataan bahwa kedua orang tua dapat dianggap tidak layak mendapatkan hak asuh perlu dikaji secara hati-hati dan tidak boleh mengabaikan prinsip dasar perlindungan anak sebagaimana dijamin dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014.

“Menurut kami, pernyataan tersebut perlu dilihat kembali dari perspektif hukum perlindungan anak. Jangan sampai semangat melindungi anak justru berujung pada terabaikannya hak anak untuk mendapatkan pengasuhan dari orang tuanya,” ujar Pembina LPPH PARFI.

Ia menjelaskan, Pasal 7 UU Perlindungan Anak menegaskan bahwa setiap anak berhak mengetahui orang tuanya, dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya sendiri. Sementara Pasal 14 menyatakan bahwa setiap anak berhak diasuh oleh orang tuanya sendiri, kecuali terdapat alasan dan/atau aturan hukum yang sah yang menunjukkan bahwa pemisahan tersebut demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir.

“Artinya, kehilangan hak pengasuhan bukan sesuatu yang dapat disimpulkan begitu saja hanya karena adanya konflik antara kedua orang tua. Harus ada dasar hukum, fakta dan pertimbangan konkret mengenai kondisi anak,” tegasnya.

Menurutnya, dalam perkara Ruben Onsu dan Sarwendah, yang seharusnya menjadi perhatian utama adalah bagaimana memastikan anak tetap memperoleh kasih sayang, perhatian, pendidikan, kesehatan, rasa aman dan hubungan yang baik dengan kedua orang tuanya.

“Kasihan juga orang tuanya kalau sampai keduanya tidak mendapatkan hak asuh. Bagaimanapun Ruben Onsu dan Sarwendah adalah orang tua biologis dari anak-anak tersebut. Jangan sampai persoalan antara orang dewasa kemudian membuat anak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kasih sayang dan pengasuhan dari kedua orang tuanya,” katanya.

Ia menambahkan, konflik rumah tangga atau perbedaan pandangan antara kedua orang tua memang tidak boleh berdampak buruk terhadap anak. Namun, penyelesaian persoalan tersebut harus tetap menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai dasar utama.

“Kalau memang ada bukti bahwa anak mengalami kekerasan, penelantaran, eksploitasi atau kondisi lain yang membahayakan tumbuh kembangnya, tentu negara harus hadir memberikan perlindungan. Tetapi tindakan memisahkan anak dari orang tuanya harus memiliki dasar hukum yang jelas dan menjadi langkah terakhir,” jelasnya.

Pembina LPPH PARFI juga mengingatkan agar lembaga-lembaga yang bergerak dalam perlindungan anak berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada publik, terutama ketika perkara keluarga tersebut masih menjadi persoalan hukum.

“Jangan sampai pernyataan publik justru memperkeruh keadaan dan membuat anak semakin berada di tengah konflik. Yang dibutuhkan anak bukan perang antara ayah dan ibu, tetapi kepastian bahwa keduanya tetap hadir, menyayangi dan bertanggung jawab terhadap kehidupannya,” ujarnya.

Ia berharap Ruben Onsu dan Sarwendah dapat mengutamakan kepentingan anak dan menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Pada akhirnya, jangan mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang harus dimenangkan adalah kepentingan dan masa depan anak,” pungkasnya.***

  • Penulis: Ari arjuno

Rekomendasi Untuk Anda

  • NASA Akan Membangun Permukiman di Bulan pada 2040 dengan Printer 3D

    NASA Akan Membangun Permukiman di Bulan pada 2040 dengan Printer 3D

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – NASA, badan antariksa Amerika Serikat, memiliki rencana ambisius untuk membangun permukiman di bulan pada tahun 2040 dengan menggunakan printer 3D. Permukiman ini tidak hanya ditujukan untuk para astronot, tetapi juga untuk warga sipil yang ingin mengalami tinggal di luar angkasa. Menurut laporan Daily Mail, NASA telah memberikan kontrak senilai 60 juta dolar AS […]

  • Mata Kucing Berair ?, Ini Penyebab dan Perawatannya

    Mata Kucing Berair ?, Ini Penyebab dan Perawatannya

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Kucing merupakan hewan yang seringkali dikenal karena keanggunannya dan kebiasaan merawat dirinya sendiri. Namun, seperti halnya manusia, kucing juga rentan mengalami masalah kesehatan, termasuk masalah pada mata mereka. Salah satu masalah yang sering ditemui adalah mata kucing yang berair. Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan mata kucing berair dan bagaimana cara merawatnya? Penyebab Mata […]

  • Nagita Slavina Kena Nyinyir Netizen Gegara Komentari Hijab Anak Ria Ricis

    Nagita Slavina Kena Nyinyir Netizen Gegara Komentari Hijab Anak Ria Ricis

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Artis cantik Nagita Slavina kembali kena nyinyiran warganet. Kali ini menyangkut soal komentarnya terkait hijab. Nagita Slavina mendapat komentar kurang mengenakkan dari warganet setelah istri Raffi Ahmad ini berpendapat soal hijab yang dikenakan putri Ria Ricis, Baby Moana. Momen itu terjadi saat Ria Ricis terlihat mendandani Baby Moana pakai baju pendek namun pakai hijab. Nagita […]

  • Bermain Game Eating Simulator, Tantangan Menjadi Orang Terbesar dengan Mengonsumsi Makanan Sebanyak-banyaknya

    Bermain Game Eating Simulator, Tantangan Menjadi Orang Terbesar dengan Mengonsumsi Makanan Sebanyak-banyaknya

    • calendar_month Selasa, 17 Okt 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Apakah Anda suka makan? Apakah Anda ingin menjadi orang terbesar di dunia? Jika ya, maka Anda mungkin tertarik untuk mencoba game Eating Simulator, sebuah game simulasi yang mengharuskan Anda untuk makan sebanyak mungkin untuk menambah berat badan dan level. Eating Simulator adalah game yang dibuat oleh KAYAC Inc., sebuah perusahaan pengembang game asal […]

  • Jadi Bintang Tamu Di Stasiun TV, Camelia Malik Ucap Ariel dan Raffi Ahmad Anggap Seperti Anaknya Sendiri

    Jadi Bintang Tamu Di Stasiun TV, Camelia Malik Ucap Ariel dan Raffi Ahmad Anggap Seperti Anaknya Sendiri

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Pedangdut Camelia Malik mengganggap Ariel NOAH seperti anaknya sendiri sama seperti Raffi Ahmad. Hal ini dikatakan Camelia Malik saat menjadi bintang tamu di acara FYP dengan host Raffi Ahmad, Irfan Hakim dan Mpok Alpa. Mulanya Camelia Malik diminta menyusun sebuah puzzle foto dan memberikan tanggapan perihal sosok yang ditampilkan. “Ini ada puzzle, siapakah sosok ini,” ujar Irfan Hakim […]

  • Di Gadang-Gadang Akan Disandingkan Dengan Ganjar Pranowo untuk Maju Pilpres Oleh PPP, Ini Jawaban Sandiaga Uno

    Di Gadang-Gadang Akan Disandingkan Dengan Ganjar Pranowo untuk Maju Pilpres Oleh PPP, Ini Jawaban Sandiaga Uno

    • calendar_month Selasa, 2 Mei 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Sandiaga Salahuddin Uno memberikan tanggapannya soal kesiapan partai barunya, PPP yang akan menyandingkannya dengan Capres PDIP, Ganjar Pranowo. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mengatakan jika harus berpasangan dengan Ganjar di Pilpres 2024, Sandiaga berharap pemasangan dirinya berlangsung secara alami. “Saya sudah banyak bicara sama para kyai, kemudian para ulama nih baru kembali […]

expand_less