Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Fadli Zon: Jabatan Presiden Dua Periode, Tak Perlu Dirubah, Bahayakan Demokrasi

Fadli Zon: Jabatan Presiden Dua Periode, Tak Perlu Dirubah, Bahayakan Demokrasi

  • account_circle Indriana
  • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2019
  • print Cetak

Indo1 Nasional – Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan, wacana dirubahnya masa jabatan presiden dan wakil presiden tidak perlu. Ia berpendapat jabatan presiden dan wakil presiden cukup dua periode.

“Terkait maslah itu saya pikir sudah menjadi konvensi dan konsitusi kita. Masa jabatan presiden kita dua periode. Sudah pas itu, jangan lagi ada keinginan memperpanjang itu, akan bahaya demokrasi kita, ” kata Fadli Zon kepada indo1.id di Universitas Indonesia Jumat 22 Nopember 2019.

Pria yang juga menjabat ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR ini menjelaskan, masa jabatan presiden yang panjang juga pernah ada di negeri ini. Bahkan kata dia, pernah dikritik ketika era reformasi.

“Dua kali periode. Sudah pas itu. Sudah cukup bangat, itu membahayakan demokrasi kita, itu yang kita kritik dulu di era reformasi kan. Dan saya kira dua periode cukup lah jabatan presiden, ” jelas Fadli Zon.

Wacana perubahan masa jabatan presiden dan wakil presiden masih terus bergulir, seiring adanya rencana MPR RI mengamandemen UUD 1945.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan banyaknya wacana seperti itu lebih baik diserahkan ke DPR RI untuk dibicarakan.

“Ada juga yang tidak setuju cukup dua periode ada juga yang ingin menambah ya silakan di DPR dilakukan, didiskusikan saja mana yang terbaik,” tegas Maruf di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (22/11).

Untuk sekarang ini, Maruf belum bisa menyatakan apakah wacana perubahan masa jabatan itu baik atau tidak. Pasalnya, selama ini ia mengetahui kalau adanya undang-undang ialah berasal dari sebuah kesepakatan.

Maruf memberikan contoh, kan soal pemilihan kepala daerah yang sempat berubah-ubah karena banyaknya masukan.

“Saya kira wacana-wacana itu biar saja berkembang menurut saya,” Tutur Kyai.(ird/i1)

  • Penulis: Indriana

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBNU Usulkan Presiden Dipilih MPR, Puan: Mau Mundur Lagi? Apa Ada Manfaat?

    PBNU Usulkan Presiden Dipilih MPR, Puan: Mau Mundur Lagi? Apa Ada Manfaat?

    • calendar_month Kamis, 28 Nov 2019
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Indo1 Parlemen – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani menanggapi usulan PBNU terkait presiden agar kembali dipilih melalui MPR. Puan menegaskan perlu adanya kajian atas manfaat dari usulan itu. “Itu akan dibahas di Komisi II. Usulan tersebut kan baru menjadi satu wacana, yang harus kita lihat itu kajiannya, apakah kita kembali […]

  • Aurel Hermansyah Angkat Bicara Perihal Sosok Penghina Anaknya Ameena, Warganet : ‘Harus Di Penjarain Kak Biar Jera’

    Aurel Hermansyah Angkat Bicara Perihal Sosok Penghina Anaknya Ameena, Warganet : ‘Harus Di Penjarain Kak Biar Jera’

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah saat ini masih berurusan dengan warganet yang menghina putri sulung mereka, Ameena. Bukan cuma tak mau minta maaf, warganet tersebut juga malah memarahi pengacara Atta Halilintar yang mencoba menghubungi.  Aurel Hermansyah mengungkap bahwa ia dan sang suami telah menindaklanjuti soal warganet yang menghina Ameena dengan kata-kata tak pantas seperti idiot hingga down syndrome. Padahal awalnya Aurel […]

  • Aktor Lawas Pierre Gruno Di Laporkan Kepolisi Gegara Aniaya Seorang Pria Paruh Baya, Korban Hingga Alami Patah Tulang Hidung!

    Aktor Lawas Pierre Gruno Di Laporkan Kepolisi Gegara Aniaya Seorang Pria Paruh Baya, Korban Hingga Alami Patah Tulang Hidung!

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Aktor senior Pierre Gruno (64) dilaporkan ke polisi dalam kasus penganiayaan oleh pria berinisial GDS (62). Penganiayaan yang diduga dilakukan Pierre Gruno ini terjadi di salah satu bar kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (30/6/2023) malam. “Kejadian di salah satu bar kawasan Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat malam pukul 22.00 WIB,” ucap korban berinisial GDS saat dihubungi wartawan di […]

  • Hasil Laga BRI Liga 1: Bali United dan Dewa United Raih Kemenangan Besar

    Hasil Laga BRI Liga 1: Bali United dan Dewa United Raih Kemenangan Besar

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – BRI Liga 1 2023-2024 memasuki pekan keempat pada Jumat (21/7/2023) malam WIB. Dua laga yang berlangsung secara bersamaan adalah Arema FC vs Bali United dan Dewa United vs Persik Kediri. Bali United berhasil meraih kemenangan besar dengan skor 3-1 atas Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Tim tamu bangkit dari […]

  • Simak Cara Paling Mudah Kompres Foto Menjadi 100 KB untuk Daftar PPPK dan CPNS

    Simak Cara Paling Mudah Kompres Foto Menjadi 100 KB untuk Daftar PPPK dan CPNS

    • calendar_month Kamis, 21 Sep 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Pendaftaran Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2023 telah dibuka sejak 17 September hingga 6 Oktober 2023. CASN 2023 merupakan seleksi yang terbuka untuk rekrutmen Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) baik untuk instansi pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pendaftar CASN […]

  • Novi PKS: Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, ‘Tak Hormati Budaya Indonesia’

    Novi PKS: Kedubes Inggris Kibarkan Bendera LGBT, ‘Tak Hormati Budaya Indonesia’

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Hanken Arya
    • 0Komentar

    indo1.id – Politisi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ), Novi Anggriani kacam langkah Kedutaan Besar Inggris di Jakarta yang mengibarkan bendera para lesbian, gay, biseksual dan transgender atau (LGBT). Novi menilai, Kedubes Inggris tidak menghormati Bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan falsafah Pancasila. Pengibaran bendera LGBT itu merupakan persoalan sensitif di Indonesia. “Kedubes […]

expand_less