“Kalian akan merasakan bahwa di dalam kerja-kerja demokrasi, kita bukan hanya harus berbicara tetapi bahwa kita juga harus mau mendengar. Bahwa kita harus saling menemukan titik temu yang terbaik untuk mengambil keputusan,” tuturnya.
Menurut Puan, meski setiap fraksi memiliki warna politiknya masing-masing, namun semua tetap berada di dalam bingkai Merah Putih, yakni warna Indonesia. Dia mengatakan hal tersebut sebagai salah satu wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika.
“Yaitu bagaimana kita semua berbeda-beda tetapi tetap bersatu
terutama ketika urusannya itu untuk NKRI, untuk rakyat Indonesia,” tegas Puan.
Mantan Menko PMK itu mengingatkan, kebinekaan bangsa harus menjadi sumber kekuatan dari persatuan, bukan sumber perpecahan. Untuk itu, disebut Puan, semua pihak harus mengedepankan penerapan Pancasila dalam setiap unsur kehidupan.
“Bahwa Pancasila yang merupakan jiwa bangsa tidak semata-mata ditempatkan sebagai slogan, simbol, dan semacamnya,” sebut Cucu Proklamator RI Bung Karno itu.
“Kita harus yakin seyakin-yakinnya, bahwa selama Pancasila masih ada di hati orang Indonesia,
masih ada di hati kalian dan di hati kita semua. Maka selama itu juga Indonesia akan terus ada,” tambah Puan.
Program Parlemen Remaja berlangsung dari tanggal 13-17 September 2021. Puan mengatakan, peserta yang merupakan generasi Z akan belajar cara wakil rakyat bekerja dalam mengambil keputusan.