Menurut Ilyas Indra itu tidak benar, dapat disampaikan anggota Perusahaan AP2LI adalah 178 perusahaan yang kesemuanya memiliki Surat Ijin Penjualan Langsung.
Lalu juga produk dengan berbagai jenis, baik suplemen, pertanian, kecantikan atau kesehatan.
“Adapun yang bergerak di aplikasi robot trading hanya 5 perusahaan atau 3 %, dimana 1 perusahaan sudah mengundurkan diri dan 4 perusahaan lain sudah di berhentikan, “papar Indra.
Sehingga sambung dia, untuk saat ini sudah tidak ada perusahaan yang bergerak di aplikasi robot trading di AP2LI.
Lalu berkaitan dengan pernyataan Sekjen APLI saudari Ina, Dr. Ilyas Indra selaku Wakil Ketua Umum AP2LI melanjutkan bahwa ada dua hal yang menjadi pokok persoalan atas pernyataan tersebut.
Pertama bahwa pernyataan dalam RDP Anggota perusahaan AP2LI 90% adalah bergerak di Aplikasi robot trading adalah tidak benar.