indo1.id II Rambu Solo merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja untuk tujuan menghormati dan menghantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh.
Pada upacara Rambu Solo di Toraja, dilakukan atraksi penyembelihan kerbau. Pada tahap itu, terdapat ada muatan magis atau sihir.
Kerbau yang sudah tertebas dan kabur, dengan sendirinya akan kembali lagi menghampiri si tukang sembelihnya.
Disitulah sebenarnya ada sihirnya. Juga ketika kerbau-kerbau itu diadu saling menyeruduk, itu tidak sampai ada yang mati sekalipun dahinya pecah.
Kerbau Tana Toraja memiliki ciri fisik yang khas ketimbang daerah lain, terutama pada warna kulitnya yang belang menyerupai sapi.
Orang Toraja biasa menyebut jenis kerbau ini Tedong Bonga. Lantaran kulitnya yang aneh, maka kerbau belang memiliki arti penting dalam setiap ritual pesta kematian atau Rambu Solo`.
Kerbau ini diperlakukan secara khusus. Semenjak kecil sudah dikebiri oleh pemiliknya sehingga dianggap suci sebagai hewan kurban pada upacara Rambu Solo`.