Ada Magis, Sembelih Kerbau Di Upacara Rambu Solo Toraja

Ada Magis, Sembelih Kerbau Di Upacara Rambu Solo Toraja

indo1.id II Rambu Solo merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja untuk tujuan menghormati dan menghantarkan arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh.

Pada upacara Rambu Solo di Toraja, dilakukan atraksi penyembelihan kerbau. Pada tahap itu, terdapat ada muatan magis atau sihir.

Kerbau yang sudah tertebas dan kabur, dengan sendirinya akan kembali lagi menghampiri si tukang sembelihnya.

Baca Juga :  Sekilas Mengenal Ondel-Ondel Betawi, Tradisi Budaya Jakarta

Disitulah sebenarnya ada sihirnya. Juga ketika kerbau-kerbau itu diadu saling menyeruduk, itu tidak sampai ada yang mati sekalipun dahinya pecah.

Kerbau Tana Toraja memiliki ciri fisik yang khas ketimbang daerah lain, terutama pada warna kulitnya yang belang menyerupai sapi.

Orang Toraja biasa menyebut jenis kerbau ini Tedong Bonga. Lantaran kulitnya yang aneh, maka kerbau belang memiliki arti penting dalam setiap ritual pesta kematian atau Rambu Solo`.

Kerbau ini diperlakukan secara khusus. Semenjak kecil sudah dikebiri oleh pemiliknya sehingga dianggap suci sebagai hewan kurban pada upacara Rambu Solo`.

Baca Juga :  Macam-Macam Tradisi Unik Masyakarat di Tanah Air Untuk Sambut Bulan Suci Ramadhan.

Harga seekor hewan yang masuk golongan kerbau lumpur (Bubalus bubalis) itu kira-kira Rp 50 juta hingga Rp 80 juta. Jumlah yang cukup besar memang.

Selain kerbau belang, kerbau biasa pun juga akan dikurbankan dalam ritual Rambu Solo`. Salah satunya bernama Bantu Pako.

Kerbau berbobot 200 kilogram ini harganya bisa mencapai Rp 20 juta. Namun, hewan tersebut nasibnya hanya untuk diadu dan dikurbankan dalam ritual esok hari.

Baca Juga :  Ketika Kunjungi Toraja, Ganjar Pranowo Diteriaki Ibu-Ibu, Presiden 2024!

Selain itu, kerbau juga didandani. Itu juga sangat indah dilihat. Jadi intinya hal semacam ini dapat dijual sebagai atraksi wisata.

Kerbau yang disembelih dilakukan dengan sekali tebasan. Ini merupakan ciri khas masyarakat Tana Toraja.

Tinggalkan Balasan