Peringatan Haul Memperingati Wafatnya Kyai Hasan Surgi Jatikusumo, Digelar Tiap Bulan 7 Syakban
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
- print Cetak

Peringatan Haul Memperingati Wafatnya Kyai Hasan Surgi Jatikusumo, Digelar Tiap Bulan 7 Syakban
Indo1.id || Ketika tanah Jawa masih di bawah kendali pemerintah kolonial Hindia Belanda, Sejarah mencatat pernah terjadi pemberontakan pribumi, sebuah gerakan perlawanan besar dan menyeluruh.
Kiai Hasan Surgi Jatikusumo atau yang dikenal Mbah Surgi merupakan sosok yang bersejarah di Kabupaten Batang. Ketika tanah Jawa masih di bawah kendali Pemerintah kolonial Hindia Belanda, Sejarah mencatat pernah terjadi pemberontakan pribumi, sebuah gerakan perlawanan besar dan menyeluruh.
Kegiatan Haul Kiai Hasan Surgi Jatikusumo dipusatkan disini, karena dahulunya tampat ini sebagai persembunyian beliau dari penjajah. Jadi tempat ini dahulunya hutan lebat yang tujuannya memata-matai pergerakan belanda.
“Apalagi beliau sahabat dari Pangeran Diponegoro, sehingga ditugaskan menjadi sandinya. Namun, pertengah perjalanan beliau di Kabupaten Batang ada penghianatan yang menyebabkan penjajah Belanda mengetahui lokasi persembunyiannya,” terangnya
Akhirnya beliau meninggal dengan keadaan syahid dan sudah meninggal 191 tahun yang lalu. Kiai Hasan Surgi Jatikusumo mempunyai nama asli yakni Muhammad Hasan bin Hasim bin Yahya yang berasal dari Mataram.
“Makanya, bertepatan masih masuknya bulan 7 Sya’ban kami para pengurus menggelar pembukaan pintu makam dengan tujuan masyarakat Kabupaten Batang bisa mendoakan beliau yang sudah menjadi sosok sejarah dalam perkembangan di Batang,” tandasnya.
Juru Kunci Makam Kiai Hasan Surgi Jatikusumo Rahayu Slamet (61) mengatakan, adanya haul ini semenjak dibangunnya bangunan pendopo di makam beliau. Sebelumnya hanya diperingati setiap hari Jumat kliwon bulan Rajab.
“Saya sendiri adalah juru kunci ke delapan yang terpilih langsung dari darah keturunan beliau. Kalau dikisahkan itu pemilihan seorang juru kunci Kiai Hasan Surgi Jatikusomo akan dipilih langsung oleh beliau dengan kehadiran beliau didalam mimpi untuk dipilih sebagai juru kunci, maka dari itu nanti anak-anak saya belum tentu akan menjadi penerus juru kunci di sini,” ujar dia.
Beliau dimakamkan bersama kakak perempuannya Den Ayu Wali Putri Kenongo dari Kerajaan Mataram.
- Penulis: Tim Redaksi


Saat ini belum ada komentar