“Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”
Dilansir dari NU online bahwa amalan ini disarankan dibaca saat Khatib duduk di antara Khutbah sebanyak 35 kali.
Amalan ini dipercaya keutamaanya adalah agar uang yang ada tidak habis sepanjang tahun dan mampu untuk memenuhi kebutuhan.
Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menambahkan keterangan yang ia terima dari gurunya, Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith sebagai berikut:
فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ (x 35) فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ
“Faedah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasulullah Muhammad Rasulullah’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil,” (al-Habib Ali bin Hasan Baharun, al-Fawaid al-Mukhtarah, hal. 445).
Itulah amalan yang dianjurkan pada Jum’at terakhir bulan Rajab oleh para ulama.
Namun, sebagaimana yang sering disampaikan para ulama bahwa amalan apa pun maksud dan tujuannya bukanlah untuk mengejar keuntungan atau imbalan.
Namun tujuan utamanya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sebagai niat untuk mengikuti jejak para ulama terdahulu. ***








