Selain itu, tongkat ini juga dapat melindungi raja dari segala macam bahaya atau serangan.
3. Mitos Nusa Tenggara Timur
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), kayu cendana juga memiliki mitos yang berkaitan dengan adat istiadat dan perkawinan.
Salah satu mitosnya adalah tentang Hau Meni atau pohon cendana yang menjadi simbol kesuburan bagi masyarakat Timor. Mitos ini berasal dari cerita rakyat tentang asal-usul pohon cendana di Pulau Timor.
Menurut mitos ini, dahulu kala ada seorang pemuda bernama Meni yang jatuh cinta pada seorang gadis bernama Hau. Mereka berdua ingin menikah tetapi ditentang oleh orang tua Hau karena Meni tidak memiliki harta atau tanah untuk membayar mahar atau belis.
Meni pun berusaha mencari harta dengan berdagang di luar pulau.
Suatu hari, Meni mendapatkan sepotong kayu harum dari seorang pedagang asing. Ia pun membawanya pulang untuk diberikan kepada Hau sebagai mahar. Namun, ketika ia sampai di rumah Hau, ia mendapati bahwa Hau telah meninggal karena sakit hati menunggunya. Meni pun sangat sedih dan menanam kayu harum tersebut di atas kuburan Hau.
Keajaiban pun terjadi. Kayu harum tersebut tumbuh menjadi pohon besar yang mengeluarkan aroma wangi sepanjang tahun.
Pohon itu kemudian dinamakan Hau Meni atau pohon cendana sebagai pengingat akan kisah cinta Meni dan Hau. Pohon cendana pun menjadi lambang kesetiaan dan kesuburan bagi masyarakat Timor.
Itulah beberpaa mitos dan manfaat kayu cendana yang jarang orang ketahui.