Kerusakan Museum Dewantara, Bukti ‘Generasi Muda Indonesia Tidak Paham Sejarah’!

  • Bagikan
Museum Dewantara di Jalan Taman Siswa Yogyakarta. (Foto: kemendikbud)

Ki Hadjar Dewantara adalah salah satu tokoh yang patut dihormati dan diteladani oleh generasi muda Indonesia. Ia adalah pejuang kemerdekaan, pendiri Taman Siswa, penulis, sastrawan, budayawan, dan Bapak Pendidikan Indonesia. Ia adalah orang yang pertama kali mengajarkan konsep pendidikan nasional yang berlandaskan pada Tri Sentra Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Ki Hadjar Dewantara juga adalah orang yang pertama kali mengusung slogan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani”, yang berarti “Di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan”. Slogan ini menjadi pedoman bagi para pendidik dan pemimpin dalam membina generasi muda Indonesia.

Baca Juga :  Cek Sejarah Kopi Americano Yang Melegenda! Kopi Lovers Wajib Baca!

Sayangnya, generasi muda Indonesia saat ini tidak paham akan sejarah dan makna slogan tersebut. Mereka lebih asyik dengan hal-hal yang bersifat hedonistik dan konsumtif. Mereka tidak peduli dengan nasib bangsanya sendiri. Mereka tidak memiliki rasa cinta tanah air dan rasa hormat terhadap para pahlawan.

Kerusakan museum Dewantara adalah bukti nyata dari ketidakpahaman generasi muda Indonesia terhadap sejarah. Ini adalah sebuah ironi dan tragedi yang sangat memilukan.

Baca Juga :  Situs Sejarah Candi Promasan Dan Sendang Pengilon.

Bagaimana kita bisa maju sebagai bangsa jika kita tidak menghargai warisan budaya kita sendiri? Bagaimana kita bisa berkembang sebagai negara jika kita tidak mengenal jati diri kita sendiri?

Oleh karena itu, saya mengajak generasi muda Indonesia untuk lebih sadar dan peduli terhadap sejarah dan budaya bangsanya sendiri.

Mari kita belajar dari Ki Hadjar Dewantara dan para tokoh lainnya yang telah memberikan sumbangsih besar bagi bangsa ini. Mari kita jaga dan lestarikan museum-museum dan situs-situs sejarah yang ada di negeri ini. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah generasi penerus yang berbudi luhur dan berwawasan luas.

Baca Juga :  Sejarah Ringkas Nuzulul Quran, Keutamaan dan Hikmah Turunnya Al-Quran!

Ayo Belajar!

Oleh: Fitriyanto Santinugroh

Penulis merupakan pemerhati budaya 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan