Membaca Kopiah Ganjar dan Sifat Keibuan Megawati Sebagai Suatu Peristiwa Budaya Luhur Bangsa

  • Bagikan
Moment Megawati memakaikan Kopiah Hitam kepada Ganjar Pranowo, 21 April 2021 di Istana Batu Tulis. (Foto : PDI Perjuangan)

Indo1.id – Salah satu momen yang menarik perhatian publik dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP yang digelar pada 6 Juni 2023 adalah ketika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merapihkan kopiah yang dikenakan oleh bakal calon presiden (bacapres) PDIP Ganjar Pranowo. Momen tersebut terlihat sederhana namun sarat makna.

Momen merapihkan kopiah ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Megawati kepada Ganjar.

Sebelumnya, pada 21 Mei 2023, saat deklarasi pencapresan Ganjar di Istana Batutulis Bogor, Megawati juga menyematkan kopiah kepada Ganjar sebagai simbol dari identitas budaya Indonesia.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Apa arti dan makna dari momen merapihkan dan menyematkan kopiah ini? Bagaimana kita dapat melihatnya sebagai peristiwa budaya yang memiliki nilai-nilai luhur?

Kopiah adalah penutup kepala yang biasa dikenakan oleh kaum muslimin, terutama saat beribadah. Kopiah juga menjadi salah satu atribut budaya yang menunjukkan identitas keagamaan dan kebangsaan seseorang. Kopiah juga memiliki fungsi estetis dan etis, yaitu untuk mempercantik dan memperhormati penampilan seseorang.

Dalam konteks politik, kopiah juga menjadi salah satu simbol yang digunakan oleh para pemimpin dan tokoh untuk menunjukkan sikap dan pandangan mereka terhadap isu-isu keagamaan dan kebangsaan. Kopiah juga menjadi salah satu alat komunikasi politik yang dapat mempengaruhi persepsi dan preferensi masyarakat.

Baca Juga :  TPN: Ganjar-Mahfud Berkeinginan Mengangkat Indonesia Menjadi Negara Unggul dan Maju dari Lainnya

Dengan demikian, momen merapihkan dan menyematkan kopiah yang dilakukan oleh Megawati kepada Ganjar dapat dipahami sebagai peristiwa budaya yang memiliki beberapa makna, antara lain:

1. Makna kekeluargaan. Momen tersebut menunjukkan kehangatan dan keakraban antara Megawati dan Ganjar sebagai sesama kader PDIP. Megawati berperan sebagai ibu atau senior yang memberikan perhatian dan bimbingan kepada Ganjar sebagai anak atau junior. Momen tersebut juga menunjukkan rasa hormat dan ketaatan Ganjar kepada Megawati sebagai ketua umum partai dan mantan presiden.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Resmi Umumkan Gibran Rakabuming Raka, Putra Sulung Jokowi Sebagai Cawapres KIM

2. Makna kepercayaan. Momen tersebut menunjukkan kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh Megawati kepada Ganjar sebagai bacapres PDIP untuk Pemilu 2024. Megawati menganggap Ganjar sebagai sosok pemimpin yang memiliki kualitas dan kapabilitas untuk memimpin Indonesia di masa depan. Megawati juga mengharapkan Ganjar dapat menjaga dan melestarikan nilai-nilai ideologi dan cita-cita PDIP.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan