Benarkah Selingkuh Dipengaruhi Faktor Genetik Keluarga?

  • Bagikan
Penggambaran orang sedang melakukan kebohongan. (Foto: pixabay)

Orang yang berselingkuh mungkin mencari sensasi atau pelarian dari masalah yang dihadapi.

Selain faktor lingkungan keluarga, ada juga penelitian yang mencurigai adanya peran genetik dalam tindakan selingkuh seseorang.

Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti di Bringhamton University, New York pada 2010 menemukan bahwa ada gen tertentu yang diduga mampu memengaruhi perilaku seksual seseorang.

Baca Juga :  Dituduh Peras Keluarga Jessica Wongso, Otto Hasibuan Angkat Bicara 'Ini Mencederai Nama Baik Saya'

Gen tersebut adalah DRD4, yang dikenal sebagai gen ‘pencari sensasi’. Gen ini dimiliki oleh sekitar 20 persen dari populasi manusia yang diwariskan dari orang tua ke anak. Gen ini juga dikaitkan dengan tindak alkoholisme dan perjudian.

Para peneliti menguji sampel DNA dari 181 orang dewasa muda dan memberikan kuesioner tentang perilaku seksual mereka.

Baca Juga :  Cara Menghilangkan Stres dan Overthinking

Hasilnya, mereka yang memiliki gen DRD4 lebih rentan untuk mencari sensasi dan tertarik pada godaan yang seharusnya tidak mereka lakukan, seperti selingkuh tanpa alasan.

Menurut peneliti utama studi tersebut, Justin R. Gracia, kecenderungan mencari sesnsasi ini timbul akibat pelepasan hormon dopamin. Hormon dopamin bertindak dalam memberikan rasa senang dan motivasi pada seseorang.

Baca Juga :  Waspadai! Kurangi Konsumsi Minuman Manis untuk Kesehatan Anda

Namun demikian, faktor genetik bukanlah alasan mutlak untuk berselingkuh. Masih ada faktor lain yang berperan dalam mempengaruhi pilihan seseorang untuk setia atau tidak dalam hubungan.

Selain itu, setiap orang juga memiliki tanggung jawab dan kontrol atas perilaku mereka sendiri.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan