Peluang Muhaimin Iskandar sebagai Calon Wakil Presiden Prabowo Semakin Menguat
- account_circle M Effendi
- calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
- print Cetak

Peluang Muhaimin Iskandar sebagai Calon Wakil Presiden Prabowo Semakin Menguat. (Foto: Instagram @prabowomuhaimin id)
Indo1.id – Peluang Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024 semakin menguat.
Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), menyatakan bahwa beberapa elit Partai Gerindra menganggap Muhaimin Iskandar memegang “golden ticket” sebagai cawapres Prabowo.
Adi mengatakan kepada wartawan di Jakarta pada hari Minggu (10/7/2023), “Saat ini, peluang Cak Imin jauh lebih besar sesuai dengan pernyataan Gerindra bahwa Muhaimin adalah kunci sebagai cawapres Prabowo, bukan orang lain.”
Adi menambahkan, “Hingga saat ini, prioritas Prabowo adalah Muhaimin berdasarkan argumen bahwa PKB telah membuat pakta integritas atau perjanjian kerja sama dengan Gerindra.
Selain itu, dari segi PKB, mereka dapat mengonsolidasikan dukungan politik dari kaum Nahdliyin dan berbasis di Jawa Timur, yang selama ini menjadi kekurangan Prabowo.”
Adi juga menyebut pernyataan elit Gerindra tersebut sebagai bentuk penguncian agar PKB tidak beralih ke koalisi lain.
Dia mengatakan bahwa ini juga mencegah Cak Imin melakukan manuver politik.
“Menurut saya, ini merupakan bentuk penguncian politik terhadap PKB.
Pertama, agar PKB tidak melakukan manuver politik.
Kedua, tentu saja agar PKB tidak beralih ke koalisi lain.
Itu adalah tujuan mengapa beberapa elit Gerindra mengatakan bahwa hingga saat ini, prioritas yang paling tinggi dalam mendampingi Prabowo adalah Cak Imin,” jelas Adi.
Adi juga menyebut bahwa PKB memiliki posisi tawar yang tinggi karena memiliki basis dukungan yang besar.
Dia mengungkapkan bahwa PKB sebenarnya terbuka untuk mengajukan proposal kepada partai koalisi untuk menjadi cawapres.
“PKB sangat mengutamakan Cak Imin sebagai cawapres.
Itulah yang terbaca hingga saat ini, bahwa siapa pun yang menerima proposal PKB untuk mendampingi Cak Imin sebagai cawapres, maka itulah tempat politik PKB.
Namun, sebaliknya, jika proposal politik PKB yang menginginkan Cak Imin sebagai cawapres tidak diterima oleh Gerindra, maka PKB sangat mungkin mencari koalisi lain yang mau menerima Muhaimin sebagai cawapres,” terang Adi.
Adi memberikan contoh bahwa PKB telah menunjukkan keinginan untuk berpindah ke koalisi lain jika pasangan Ganjar-Prabowo atau kombinasi lain terjadi.
Menurut elit PKB, Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang terbentuk dari Gerindra-PKB akan bubar jika Prabowo berpasangan dengan calon presiden atau cawapres lainnya.
“PKB menegaskan bahwa jika Cak Imin bukan cawapres Prabowo, mereka akan mencari tempat lain.
Ini sepertinya tidak diinginkan oleh Gerindra, jadi ada penguncian politik agar PKB tidak beralih ke mana-mana,” ujar Adi.
Lebih lanjut, Adi menilai PKB merupakan kunci bagi Gerindra saat ini.
Terlebih lagi, PKB merupakan representasi dari kaum Nahdliyin dan memiliki pengaruh di Jawa Timur.
“Saya berpendapat bahwa PKB sangat penting dan dibutuhkan oleh Gerindra, terutama untuk mencapai ambang batas 20 persen.
Tanpa PKB, Gerindra tidak dapat maju sendiri dan harus mencari partai politik dengan dukungan yang setara dengan PKB, yang sulit dilakukan,” kata Adi.
Menurut Adi, jika PKB meninggalkan KKIR, satu-satunya pilihan bagi Prabowo untuk maju adalah berkoalisi dengan Partai Golkar.
Dia berpendapat bahwa koalisi Gerindra-Golkar memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen kursi di DPR.
“Ditambah lagi, PKB adalah partai politik yang mewakili politik NU dan memiliki pengaruh di Jawa Timur.
Itulah yang membuat Gerindra sangat tertarik dan menganggap PKB penting,” ungkap Adi.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar