Mitos, Manfaat, dan Ciri-Ciri Kayu Suren, Pohon Yang Memiliki Kayu Berwarna Merah Nan Indah
- account_circle Nugroho
- calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
- print Cetak

Pohon suren yang sering dijumpai di Sumatera, Jawa dan Sulawesi. (Foto: ekadarmun)
Indo1.id – Kayu suren adalah sebutan untuk kayu yang berasal dari pohon surian (Toona sureni), sebuah pohon anggota famili Meliaceae yang tumbuh di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Pohon ini juga dikenal dengan nama lain, seperti surian wangi, ye tama, atau limpaga.
Pohon surian merupakan salah satu tanaman yang mudah tumbuh di daerah beriklim tropis dan biasanya tumbuh subur di dataran tinggi dengan suhu sekitar 22 derajat Celcius.
Pohon ini termasuk pohon yang cepat tumbuh dan dapat dipanen saat usianya sekitar 12 tahun.
Pohon surian memiliki kayu yang berwarna merah yang sangat indah dan banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Selain itu, pohon ini juga memiliki daun, kulit, buah, dan akar yang memiliki manfaat sebagai obat-obatan, minyak atsiri, dan insektisida alami.
Mitos Kayu Suren
Pohon surian memiliki mitos yang berkaitan dengan keberadaannya di Pulau Jawa.
Konon, dahulu ada seorang raja dari Kerajaan Majapahit yang bernama Prabu Brawijaya. Dia memiliki lima orang putra yang bernama Suro, Boyo, Kediri, Blitar, dan Tulungagung.
Suatu hari, Prabu Brawijaya mengadakan sayembara untuk menentukan siapa yang akan menjadi pewaris tahtanya.
Sayembara itu adalah mencari pohon surian yang berada di tengah hutan. Siapa yang berhasil menemukan pohon itu akan menjadi raja selanjutnya.
Kelima putra Prabu Brawijaya pun berangkat menuju hutan untuk mencari pohon surian.
Namun, hanya Suro yang berhasil menemukan pohon itu. Dia pun memotong sebatang kayu dari pohon itu dan membawanya kembali ke istana.
Namun, di tengah perjalanan, dia bertemu dengan empat saudaranya yang belum menemukan pohon surian.
Mereka pun meminta sebagian kayu dari Suro untuk dibawa ke istana. Suro pun memberikan sebagian kayunya kepada saudaranya.
Saat sampai di istana, Prabu Brawijaya melihat bahwa kelima putranya membawa kayu surian.
Dia pun bingung siapa yang harus dipilih menjadi raja selanjutnya. Akhirnya, dia memutuskan untuk membagi kerajaannya menjadi lima bagian sesuai dengan warna kayu surian yang dibawa oleh putranya.
Suro mendapatkan bagian kerajaan dengan warna merah karena dia membawa kayu surian utuh. Dia pun menjadi raja di Surabaya.
Boyo mendapatkan bagian kerajaan dengan warna putih karena dia membawa kulit kayu surian. Dia pun menjadi raja di Boyolali.
Kediri mendapatkan bagian kerajaan dengan warna kuning karena dia membawa serbuk kayu surian.
Dia pun menjadi raja di Kediri. Blitar mendapatkan bagian kerajaan dengan warna hitam karena dia membawa arang kayu surian. Dia pun menjadi raja di Blitar.
Tulungagung mendapatkan bagian kerajaan dengan warna biru karena dia membawa abu kayu surian. Dia pun menjadi raja di Tulungagung.
Manfaat Kayu Suren
Kayu suren memiliki banyak manfaat untuk berbagai keperluan, antara lain:
– Kayu suren dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, furnitur, panel dekorasi, kerajinan tangan, kotak cerutu, peti kemas, dan perahu.
Kayu suren memiliki warna merah yang indah, tekstur halus, dan tidak mudah lapuk atau dimakan rayap.
– Kayu suren menghasilkan resin atau getah yang diolah menjadi kopal. Kopal adalah bahan baku untuk pembuatan cat, vernis, lilin, dupa, parfum, obat-obatan, dan kosmetik.
Kopal juga digunakan sebagai bahan pengawet untuk fosil dan artefak.
– Daun pohon surian dapat dimanfaatkan sebagai insektisida alami. Daun pohon surian mengandung bahan surenon, surenin, dan surenolakton yang berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan serangga dan menghambat daya makan serangga.
Daun pohon surian juga dapat digunakan sebagai antibiotik dan bio-insetisida.
– Kulit dan akar pohon surian dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional.
Kulit dan akar pohon surian dipercaya dapat menyembuhkan diare, demam, dan disentri. Kulit dan akar pohon surian juga mengandung minyak atsiri yang memiliki aroma harum.
– Buah pohon surian dapat dimanfaatkan sebagai minyak atsiri. Buah pohon surian memiliki bentuk bulat dengan kulit bersisik berwarna cokelat.
Buah pohon surian mengandung minyak atsiri yang memiliki aroma harum dan dapat digunakan sebagai bahan parfum.
Ciri-Ciri Kayu Suren
Kayu suren memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
– Kayu suren berwarna merah yang sangat indah dengan serat kayu yang lurus memanjang dan agak renggang.
Kayu suren memiliki gubal berwarna merah muda dengan teras berwarna kecoklatan.
– Kayu suren memiliki bobot yang ringan tetapi cukup kuat. Kerapatan kayu suren berkisar antara 300-600 kg/m3.
Kayu suren memiliki kekuatan lentur sekitar 70-90 N/mm2 dan kekuatan tekan sekitar 30-50 N/mm2.
– Kayu suren mudah diolah untuk berbagai keperluan. Kayu suren mudah digergaji, dibor, dibubut, diamplas, direkatkan, dipaku, dicat, dan dipoles.
Kayu suren juga mudah dibentuk menjadi berbagai bentuk sesuai dengan keinginan.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar