Indo1.id – Pegunungan Dieng adalah sebuah kawasan pegunungan yang membentang dari wilayah barat Kabupaten Wonosobo, wilayah timur Kabupaten Banjarnegara, wilayah selatan Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan di Provinsi Jawa Tengah.
Pegunungan ini memiliki ciri geologi, sejarah, dan pertanian yang dinilai khas.
Pegunungan Dieng memiliki iklim subtropis dengan suhu udara berkisar 12–20 °C di siang hari dan 6–10 °C di malam hari.
Pada musim kemarau, suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan menyebabkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”) karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.
Pegunungan Dieng juga memiliki sejarah dan mitos yang menarik untuk diketahui.
Nama “Dieng” berasal dari turunan kata bahasa Proto-Melayu-Polinesia: di yang berarti “tempat” dan hyang yang bermakna “leluhur”. Dengan demikian, “dihyang” berarti pegunungan tempat para leluhur atau persemayaman para dewa.
Menurut Prasasti Gunung Wule tahun 861 Masehi, orang Jawa Kuno telah mendiami wilayah Pegunungan Dieng dan menggunakannya untuk beribadah.
Di kawasan ini terdapat komplek percandian Hindu yang dibangun pada abad ke-8 Masehi, yaitu Arjuna, Bima, Semar, Srikandi, Puntadewa, Gatotkaca, Dwarawati, dan Bubrah.