Polda Metro Jaya Bilang Body Checking Finalis Miss Universe Disaksikan 3 Pria dan CCTV Kondisi Mati
- account_circle Nugroho
- calendar_month Jumat, 11 Agt 2023
- print Cetak

Mahkota juara Miss Universe 2023. (Foto: Wikipedia)
Indo1.id – Polda Metro Jaya mengungkapkan fakta baru terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh finalis Miss Universe Indonesia 2023.
Menurut keterangan pihak penyelenggara, saat body checking atau pemeriksaan tubuh tanpa busana, ada tiga orang pria yang menyaksikan dan kamera CCTV dalam keadaan mati.
Kasus ini bermula dari laporan salah satu finalis Miss Universe Indonesia 2023 berinisial N yang mengaku menjadi korban pelecehan saat body checking.
N melaporkan bahwa ia dan puluhan finalis lainnya diminta untuk melepas semua pakaian dan berpose tanpa busana di depan kamera.
N merasa tidak nyaman dan curiga dengan proses tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi, mengatakan bahwa pihaknya telah memeriksa saksi-saksi dari pihak penyelenggara, yaitu PT Capella Swastika Karya.
Dari keterangan mereka, diketahui bahwa saat body checking, ada tiga orang pria yang berada di ruangan tersebut.
“Keterangan saksi-saksi dari panitia, ada tiga orang yang menyaksikan proses body checking tersebut. Satu orang adalah fotografer, satu orang adalah asisten fotografer, dan satu orang adalah dokter,” kata Hengki kepada wartawan, Jumat (11/8/2023).
Hengki menambahkan bahwa pihak penyelenggara juga mengaku bahwa kamera CCTV yang terpasang di ruangan tersebut dalam keadaan mati.
Hal ini membuat pihaknya kesulitan untuk mengumpulkan bukti visual dari kejadian tersebut.
“Dan pengecekan TKP juga ternyata di sana ada CCTV, walaupun CCTV menurut keterangan panitia atau pelapor CCTV dalam keadaan mati,” ujar Hengki.
Hengki mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait hal itu.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan melibatkan beberapa ahli untuk mengusut kasus tersebut, termasuk digital forensik.
“Kita akan cek, kemudian juga kita akan melibatkan beberapa ahli terkait dengan delik yang terjadi ini termasuk digital forensik,” tuturnya.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar