Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemilu » Usulan Addendum Amandemen UUD, Solusi untuk Penundaan Pemilu dan MPR Lantik Presiden?

Usulan Addendum Amandemen UUD, Solusi untuk Penundaan Pemilu dan MPR Lantik Presiden?

  • account_circle Nugroho
  • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
  • print Cetak

Indo1.id  – Dalam situasi darurat yang mungkin akan terjadi, misalnya seperti saat pandemi Covid-19, apakah pemilihan umum (pemilu) bisa ditunda?

Bagaimana jika masa jabatan presiden dan wakil presiden berakhir sebelum pemilu dilaksanakan? Siapa yang berhak melantik presiden dan wakil presiden terpilih?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin terlintas di benak sebagian masyarakat, mengingat Indonesia belum memiliki aturan yang jelas tentang penundaan pemilu dan pelantikan presiden di masa darurat.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mengusulkan addendum amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Addendum amandemen UUD 1945 adalah teknik perubahan konstitusi dengan menambahkan pasal-pasal baru tanpa menghapus atau mengubah pasal-pasal lama.

DPD RI berpendapat bahwa addendum amandemen UUD 1945 perlu dilakukan untuk menyempurnakan dan memperkuat sistem bernegara sesuai dengan rumusan pendiri bangsa.

Salah satu poin usulan DPD RI adalah menjadikan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai lembaga tertinggi negara yang memilih dan melantik presiden.

Selain itu, MPR juga akan menyusun haluan negara sebagai panduan bagi kerja presiden, menetapkan tata tertib MPR sebagai produk hukum, dan mengevaluasi kinerja presiden di akhir masa jabatan.

Menurut Ketua DPD RI LaNyalla Mattalitti, usulan tersebut bertujuan untuk mengembalikan Pancasila sebagai norma hukum tertinggi konstitusi negara.

Ia juga mengatakan bahwa usulan tersebut sudah didukung oleh sejumlah tokoh nasional, seperti mantan Ketua MPR Amien Rais, mantan Ketua MK Mahfud MD, dan mantan Ketua DPR Akbar Tanjung.

Namun, usulan DPD RI ini mendapat kritik dari sejumlah pihak, termasuk dari kalangan akademisi dan aktivis.

Mereka menilai bahwa usulan tersebut tidak sesuai dengan semangat reformasi dan demokrasi.

Mereka juga khawatir bahwa usulan tersebut akan membuka peluang kembali ke era Orde Baru.

Salah satu kritik datang dari Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini. Ia menolak usulan DPD RI karena dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Ia juga menegaskan bahwa penundaan pemilu hanya bisa dilakukan jika ada perubahan UUD 1945 secara keseluruhan, bukan dengan addendum amandemen.

“Penundaan pemilu itu tidak bisa dilakukan dengan addendum amandemen UUD 1945. Itu harus dilakukan dengan perubahan UUD 1945 secara keseluruhan. Karena itu menyangkut sistem politik dan sistem pemerintahan kita,” kata Titi dalam sebuah diskusi, Kamis 10 Agustus 2023.

Titi juga mengkritik usulan DPD RI untuk menjadikan MPR sebagai lembaga yang memilih dan melantik presiden.

Ia menilai bahwa hal itu akan mengurangi kedaulatan rakyat dan mengembalikan kekuasaan absolut MPR seperti di era Orde Baru.

“Kalau MPR memilih dan melantik presiden, itu artinya kita kembali ke sistem semipresidensial atau sistem parlementer. Padahal kita sudah sepakat untuk menganut sistem presidensial. Jadi, saya kira usulan DPD RI ini tidak sesuai dengan semangat reformasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan bahwa pembahasan addendum amandemen UUD 1945 masih terus berlangsung.

Ia mengatakan bahwa MPR masih mendiskusikan apakah pembahasan tersebut dilakukan sebelum atau setelah Pemilu 2024.

“Kami masih mendiskusikan apakah amendemen UUD 1945 ini dilakukan pada tahun ini atau periode yang akan datang. Kami juga masih membahas tentang urgensi pokok-pokok haluan negara untuk perjalanan bangsa ke depannya,” kata Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/8/2023).

Bambang menambahkan bahwa MPR akan menggelar sidang tahunan pada 16 Agustus 2023.

Dalam sidang tersebut, MPR akan menyampaikan pandangan dan sikapnya terkait dengan isu-isu strategis nasional, termasuk soal addendum amandemen UUD 1945.

“Kami akan menyampaikan pandangan dan sikap MPR terkait dengan isu-isu strategis nasional, seperti penanganan pandemi Covid-19, pemulihan ekonomi nasional, dan persiapan Pemilu 2024. Kami juga akan menyampaikan harapan MPR agar Pemilu 2024 berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” tuturnya.

  • Penulis: Nugroho

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demokrat Balas Adian soal Suara Capres Anies  Akan Tergerus Habis.

    Demokrat Balas Adian soal Suara Capres Anies  Akan Tergerus Habis.

    • calendar_month Minggu, 25 Jun 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id Partai Demokrat menepis pernyataan politikus PDIP Adian Napitupulu yang menyebut akan ada bakal calon presiden (bacapres) yang suaranya akan tergerus habis. Partai Demokrat meyakini bahwa bacapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan, mampu bersaing dengan sosok lain seperti Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Renanda Bachtar mengatakan bahwa Partai […]

  • Inilah Beberapa Hal yang Perlu Kamu Diperhatikan Setelah Facial, Simak!

    Inilah Beberapa Hal yang Perlu Kamu Diperhatikan Setelah Facial, Simak!

    • calendar_month Selasa, 13 Jun 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Setelah menjalani facial, wajah akan terasa lembut dan bercahaya. Namun, ada beberapa hal yang perlu diingat setelah facial agar kulit tetap sehat dan terhindar dari masalah kulit yang tidak diinginkan. Mengingat bahwa facial merupakan perawatan yang meremajakan kulit, kita harus berhati-hati agar hasilnya tetap optimal. Facial adalah cara terbaik untuk memberikan nutrisi dan […]

  • Lirik Lagu Semata Karenamu 2, Lanjutan Kisah Cinta Mario G. Klau yang Penuh Curiga dan Cemburu

    Lirik Lagu Semata Karenamu 2, Lanjutan Kisah Cinta Mario G. Klau yang Penuh Curiga dan Cemburu

    • calendar_month Kamis, 5 Okt 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Mario G. Klau, penyanyi asal Nusa Tenggara Timur yang dikenal sebagai juara The Voice Indonesia musim kedua, kembali merilis lagu terbarunya yang berjudul Semata Karenamu 2. Lagu ini merupakan kelanjutan kisah cinta dari lagu Semata Karenamu yang dirilis tahun 2022 lalu. Lagu ini diciptakan oleh Mario G. Klau sendiri, dengan aransemen musik oleh […]

  • Ngerii!, Data BPJS Kesehatan Jebol, Ini Kata Pakar Siber

    Ngerii!, Data BPJS Kesehatan Jebol, Ini Kata Pakar Siber

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    Indo1 Tekno – Lagi-lagi Masyarakat Indonesia disuguhi kabar tak mengenakan, kali ini terkait kebocoran data pribadi, Satu juta data pribadi yang kemungkinan adalah data dari BPJS Kesehatan diupload di internet. Akun dengan nama Kotz memberikan akses download secara gratis untuk file sebesar 240 MB yang berisi satu juta data pribadi masyarakat Indonesia. File tersebut telah […]

  • Tips Bermain Sakura School Simulator, Game Simulasi Sekolah yang Seru dan Menantang

    Tips Bermain Sakura School Simulator, Game Simulasi Sekolah yang Seru dan Menantang

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Sakura School Simulator adalah sebuah game simulasi sekolah dan kehidupan yang bisa dimainkan di ponsel atau PC. Game ini mengambil latar belakang di kota Sakura, Jepang, yang penuh dengan karakter-karakter unik dan menarik. Dalam game ini, kamu bisa memilih untuk menjadi seorang siswa atau siswi yang menjalani kehidupan sekolah yang seru dan penuh […]

  • Asyik ! Sinetron Tajwid Cinta Lanjut Lagi, Harris Vriza : ‘Gak Jadi Bungkus’

    Asyik ! Sinetron Tajwid Cinta Lanjut Lagi, Harris Vriza : ‘Gak Jadi Bungkus’

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Sekti Leksono
    • 0Komentar

    Indo1.id – Aktor ganteng Harris Vriza menyampaikan kabar gembira untuk penggemar sinetron Tajwid Cinta. Menurut Harris, sinetron produksi SinemArt dan Ess Jay Studio itu bakal terus berlanjut. “Nggak jadi bungkus,” tutur Harris Vriza, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, baru-bari ini. Tiba-tiba katanya lanjut, nggak jadi bungkus, Padahal udah fix banget bungkus. Skenario juga udah tamat, […]

expand_less