Apa Itu Kobalt, Barang yang Bikin Crazy Rich Kongo Hidup Mewah
- account_circle Nugroho
- calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
- print Cetak

Kobalt yang menjadi sumber penghasilan Crazy Rich Congo. (Foto: Freepik)
Indo1.idΒ – Kobalt adalah salah satu bahan baku yang sangat penting dalam industri modern, terutama untuk pembuatan baterai lithium yang digunakan di ponsel, laptop, dan mobil listrik.
Kobalt juga memiliki warna biru yang indah dan digunakan untuk membuat kaca, keramik, dan cat.
Namun, tahukah Anda bahwa kobalt juga menjadi sumber kekayaan bagi sebagian orang di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo)?
Negara di Afrika Tengah ini merupakan produsen kobalt terbesar di dunia, dengan menyumbang sekitar 72% dari stok global pada tahun 2021.
Dari hasil tambang kobalt inilah, muncul segelintir orang kaya atau crazy rich yang hidup mentereng di tengah kemiskinan dan konflik yang melanda RD Kongo.
Mereka biasa berpakaian branded, berkendara dengan mobil mewah, dan menggelar pesta pora di klub-klub elit.
Siapa saja mereka dan bagaimana mereka bisa menjadi crazy rich? Berikut ini adalah fakta-fakta menarik tentang kobalt dan crazy rich Kongo:
– Kobalt (Co) adalah unsur kimia dengan nomor atom 27. Ia berbentuk logam berwarna abu-abu perak yang keras dan berkilau.
Kobalt tidak ditemukan dalam bentuk bebas, melainkan dalam bentuk bijih yang bercampur dengan elemen lain seperti nikel, tembaga, atau besi.
– Kobalt tersebar luas di bumi, tetapi hanya membentuk 0,001% dari kerak bumi. Ia juga ditemukan di meteorit, matahari, dan bintang.
Kobalt memiliki sifat feromagnetik, yaitu mudah ditarik oleh magnet. Ia juga larut dalam asam mineral encer.
– Kobalt telah digunakan sejak zaman kuno untuk memberikan warna biru pada kaca, glasir, dan keramik.
Patung Mesir kuno yang ditemukan di reruntuhan Pompeii pada tahun 79 Masehi ternyata mengandung kobalt.
Dalam industri modern, kobalt digunakan untuk membuat baterai lithium, magnet permanen, paduan baja tahan karat, pigmen cat, dan katalis.
– RD Kongo memiliki cadangan kobalt terbesar di dunia, yaitu sekitar 3,4 juta ton atau 49% dari total cadangan global.
Sebagian besar kobalt di RD Kongo terdapat di Provinsi Katanga, yang juga kaya akan tembaga.
Pada tahun 2021, RD Kongo memproduksi sekitar 95 ribu ton kobalt atau 72% dari produksi global.
– Industri pertambangan kobalt di RD Kongo didominasi oleh perusahaan-perusahaan asing, terutama dari China.
Namun, ada juga penambang-penambang lokal yang bekerja secara ilegal atau artisanal.
Mereka menggali kobalt dengan alat seadanya dan menjualnya kepada pedagang-pedagang gelap.
– Penambangan kobalt di RD Kongo sering dikaitkan dengan pelanggaran hak asasi manusia, seperti kerja paksa, eksploitasi anak-anak, pencemaran lingkungan, dan konflik bersenjata.
Menurut Amnesty International, sekitar 40 ribu anak-anak terlibat dalam penambangan kobalt di RD Kongo pada tahun 2016.
– Dari hasil penjualan kobalt inilah, muncul sekelompok orang kaya atau crazy rich di RD Kongo.
Mereka adalah para pemilik tambang, pedagang, pengusaha, politisi, pejabat militer, atau selebriti yang mendapat keuntungan dari bisnis kobalt.
Mereka hidup mewah dan glamor di ibu kota Kinshasa atau kota-kota lain seperti Lubumbashi dan Goma.
– Crazy rich Kongo suka memamerkan gaya hidup mereka di media sosial.
Mereka sering mengunggah foto-foto mereka dengan pakaian mahal, jam tangan mewah, perhiasan berlian, mobil sport, atau jet pribadi.
Mereka juga suka menggelar pesta di klub-klub malam, hotel bintang lima, atau kapal pesiar.
– Salah satu contoh crazy rich Kongo adalah Noella Coursaris Musunka, seorang model dan aktivis yang lahir di Lubumbashi.
Ia pernah menjadi duta merek kosmetik Revlon dan tampil di majalah Vogue.
Ia juga mendirikan yayasan Malaika, yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan untuk anak-anak perempuan di RD Kongo.
– Contoh lain adalah Fally Ipupa, seorang penyanyi dan penulis lagu yang populer di Afrika dan Eropa.
Ia dikenal sebagai raja musik rumba Kongo dan pernah berkolaborasi dengan artis-artis internasional seperti R. Kelly dan Olivia.
Ia juga memiliki koleksi mobil mewah, seperti Rolls-Royce, Bentley, dan Lamborghini.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar