- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Begini Komentar Ganjar Pranowo Atas Deklarasi Dukungan Golkar dan PAN ke Prabowo

  • Bagikan
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Foto: reel instagram @ganjarpranowo)

Indo1.id – Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dan salah satu bakal calon presiden dari PDIP, memberikan komentar atas deklarasi dukungan Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) kepada Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2024.

Ganjar mengatakan bahwa ia menghormati keputusan masing-masing partai dan menganggap hal itu sebagai proses demokrasi yang biasa.

Deklarasi dukungan Golkar dan PAN kepada Prabowo Subianto dilakukan di Museum Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (13/8/2023).

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Begini Rincian Gaji Petugas Pemilu 2024, Naik dari Pemilu 2019, Berminat?

Dengan demikian, empat partai politik ini resmi membentuk koalisi yang disebut Koalisi Indonesia Raya (KIR).

Ganjar Pranowo menanggapi deklarasi ini dengan santai. Ia mengatakan bahwa ia tidak terkejut dengan sikap Golkar dan PAN yang merapat ke Prabowo Subianto.

Ia menilai bahwa hal itu adalah hak politik masing-masing partai yang sudah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan pilihannya.

“Dalam proses demokrasi, sebenarnya itu biasa saja. Saya sangat menghormati sikap masing-masing partai. Pasti beliau sudah memberikan keputusan dan sudah punya catatan harus merapat ke mana. Jadi saya sangat hormat atas keputusan yang diambil oleh partai siapa pun mereka dan ke manapun mereka,” ujar Ganjar kepada awak media, Minggu 13 Agustus 2023.

Baca Juga :  Ganjar Hadiri Konsolidasi Pemenangan PDI Perjuangan Jawa Barat di Bima Cirebon

Ganjar juga mengatakan bahwa ia tidak merasa khawatir dengan semakin banyaknya partai politik yang mendukung Prabowo Subianto.

Ia mengingatkan bahwa hal serupa pernah terjadi pada Pilpres 2014, ketika Joko Widodo sebagai calon presiden dari PDIP harus melawan banyak partai politik yang bergabung dalam satu koalisi.

Namun, hasilnya Joko Widodo tetap menang.

“Kisah ini pernah terjadi saat 2014 kalau tidak salah ya. Saat itu yang mendukung lawannya Pak Jokowi itu juga sama, mereka berbondong-bondong ke sana. Dan kejadian ini kita catat dalam perjalanannya dan selalu ada dinamika yang berubah,” sambung Ganjar.

Baca Juga :  Partai Nasdem Percaya Partai Demokrat Tetap Stabil dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan

Ganjar pun mengucapkan selamat kepada Golkar dan PAN atas keputusannya bergabung dengan KIR.

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga demokrasi agar berjalan dengan baik dan menyelesaikan persoalan bangsa dan negara.

“Tentu saja yang paling penting adalah bagaimana menjaga demokrasi berjalan dengan baik dan apa yang mesti kita bereskan dari persoalan bangsa dan negara ini,” tutup Ganjar.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan