Viral Kota Mekah Dihantam Hujan Deras dan Badai, Ini Penjelasan BMKG
- account_circle Nugroho
- calendar_month Kamis, 24 Agt 2023
- print Cetak

Ka'bah diguyur hujan lebat dan badai. (Foto: minanews)
Indo1.id – Kota Mekah, Arab Saudi, menjadi viral di media sosial karena dihantam hujan deras dan badai pada Selasa, 15 Oktober 2023.
Banyak netizen yang membagikan video dan foto yang menunjukkan kondisi kota suci umat Islam itu yang banjir dan gelap.
Banyak juga yang menganggap fenomena ini sebagai tanda-tanda kiamat atau azab dari Tuhan.
Namun, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena ini adalah hal yang wajar dan bukan merupakan pertanda buruk.
Fenomena ini disebabkan oleh adanya siklon tropis yang terbentuk di Laut Merah dan bergerak ke arah barat daya menuju Afrika.
Siklon tropis adalah pusaran angin yang berputar-putar di sekitar pusat tekanan rendah di daerah tropis.
Siklon tropis dapat menimbulkan hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, dan banjir.
Siklon tropis memiliki berbagai nama, tergantung pada lokasi terjadinya. Di Laut Merah, siklon tropis disebut dengan nama medicanes (Mediterranean hurricanes).
Menurut BMKG, siklon tropis yang melanda kota Mekah memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 65 km/jam dan tekanan minimum sekitar 1000 hPa.
Siklon tropis ini tergolong lemah dan tidak berbahaya. Namun, karena kota Mekah memiliki topografi yang datar dan padat penduduk, dampak dari siklon tropis ini cukup terasa.
BMKG juga menjelaskan bahwa fenomena ini bukanlah hal yang langka atau baru.
Sebelumnya, pada tahun 2018, kota Mekah juga pernah mengalami hujan deras dan badai akibat siklon tropis yang sama.
Fenomena ini biasanya terjadi pada musim gugur atau musim dingin, ketika suhu udara di Laut Merah turun dan menyebabkan perbedaan tekanan udara yang besar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang tidak berdasar atau bersifat fitnah.
BMKG juga mengajak masyarakat untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana alam dengan cara mengikuti informasi cuaca resmi dari BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar