Indo1.id – Hajad Dalem Sekaten adalah salah satu tradisi yang dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta setiap tahunnya untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara ini terdiri dari sejumlah prosesi yang melibatkan gamelan-gamelan khusus yang disebut Gamelan Sekati, yaitu Kanjeng Kyai Nagawilaga dan Kanjeng Kyai Guntur Madu.
Gamelan-gamelan ini hanya dikeluarkan dari dalam Keraton dan ditabuh di halaman Masjid Gedhe Kauman selama tujuh hari, dari tanggal 5 sampai dengan tanggal 12 Mulud (Rabi’ul Awal).
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, acara hajad dalem sekaten juga memiliki makna dan mitos tersendiri bagi masyarakat Yogyakarta.
Berikut adalah beberapa mitos yang berkembang seputar acara ini:
– Mitos tentang asal-usul gamelan sekati.
Ada pendapat yang menyatakan bahwa gamelan sekati berasal dari kata “sekati”, yang artinya bersatu atau berpadu.
Hal ini mengacu pada asal-usul gamelan-gamelan ini, yang konon dibuat oleh Sunan Kalijaga dengan menggunakan logam-logam dari berbagai daerah di Nusantara.
Gamelan-gamelan ini kemudian diserahkan kepada Sultan Agung sebagai hadiah dan simbol persatuan antara kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.
– Mitos tentang kekuatan magis gamelan sekati.
Gamelan-gamelan ini diyakini memiliki kekuatan magis yang luar biasa, sehingga hanya boleh ditabuh oleh orang-orang tertentu yang telah mendapat izin dari Sultan.
Gamelan-gamelan ini juga dipercaya dapat memberikan berkah dan perlindungan bagi Keraton dan rakyat Yogyakarta, serta mengusir bala dan bencana.