Waspada Kode QR Palsu yang Bisa Menguras Isi Rekening Korban
- account_circle Nugroho
- calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
- print Cetak

Ilustrasi QRIS Palsu. (Foto: qris Indonesia)
Indo1.id – Kode QR atau Quick Response Code adalah sebuah kode batang dua dimensi yang dapat menyimpan informasi dalam bentuk teks, gambar, atau tautan.
Kode QR dapat dipindai dengan menggunakan kamera ponsel atau aplikasi khusus untuk mengakses informasi tersebut.
Kode QR kini banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pembayaran digital, pendaftaran online, pengisian survei, dan lain-lain.
Namun, di balik kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh kode QR, ternyata terdapat juga bahaya yang mengintai.
Salah satunya adalah penipuan dengan menggunakan kode QR palsu.
Penipuan ini dilakukan dengan cara menempelkan stiker kode QR palsu di atas kode QR asli yang ada di tempat-tempat umum, seperti parkir, minimarket, restoran, atau tempat ibadah.
Ketika korban memindai kode QR palsu tersebut, mereka akan diarahkan ke situs atau aplikasi penipuan yang meniru situs atau aplikasi resmi.
Di sana, korban akan diminta untuk memasukkan data pribadi, seperti nomor telepon, email, kata sandi, nomor rekening, atau PIN.
Jika korban lengah dan memasukkan data pribadi tersebut, maka penipu akan dapat mengakses akun korban dan menguras isi rekening mereka.
Selain itu, penipu juga dapat menggunakan data pribadi korban untuk kejahatan lainnya, seperti pembobolan email, pencurian identitas, atau penyebaran spam.
Untuk menghindari menjadi korban penipuan kode QR palsu, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan:
– Selalu periksa kondisi fisik kode QR sebelum memindainya.
Jika terlihat ada stiker yang menutupi atau merusak kode QR asli, jangan memindainya dan laporkan kepada pihak yang berwenang.
– Selalu periksa alamat situs atau nama aplikasi yang muncul setelah memindai kode QR.
Jika terlihat mencurigakan, seperti memiliki kesalahan ejaan, karakter aneh, atau domain tidak dikenal, jangan lanjutkan dan tutup segera.
– Jangan pernah memasukkan data pribadi di situs atau aplikasi yang tidak terpercaya.
Pastikan situs atau aplikasi tersebut memiliki sertifikat keamanan (HTTPS) dan logo resmi dari penyedia layanan.
– Gunakan aplikasi pembayaran digital yang memiliki fitur keamanan tambahan, seperti verifikasi OTP (One Time Password), biometrik (sidik jari atau wajah), atau token.
– Lindungi perangkat dengan solusi keamanan yang andal, seperti antivirus atau firewall.
Pastikan juga perangkat selalu diperbarui dengan versi sistem operasi dan aplikasi terbaru.
Dengan mengikuti tips di atas, diharapkan Anda dapat terhindar dari penipuan kode QR palsu yang bisa menguras isi rekening Anda.
- Penulis: Nugroho


Saat ini belum ada komentar