– Selalu periksa kondisi fisik kode QR sebelum memindainya.
Jika terlihat ada stiker yang menutupi atau merusak kode QR asli, jangan memindainya dan laporkan kepada pihak yang berwenang.
– Selalu periksa alamat situs atau nama aplikasi yang muncul setelah memindai kode QR.
Jika terlihat mencurigakan, seperti memiliki kesalahan ejaan, karakter aneh, atau domain tidak dikenal, jangan lanjutkan dan tutup segera.
– Jangan pernah memasukkan data pribadi di situs atau aplikasi yang tidak terpercaya.
Pastikan situs atau aplikasi tersebut memiliki sertifikat keamanan (HTTPS) dan logo resmi dari penyedia layanan.
– Gunakan aplikasi pembayaran digital yang memiliki fitur keamanan tambahan, seperti verifikasi OTP (One Time Password), biometrik (sidik jari atau wajah), atau token.
– Lindungi perangkat dengan solusi keamanan yang andal, seperti antivirus atau firewall.
Pastikan juga perangkat selalu diperbarui dengan versi sistem operasi dan aplikasi terbaru.
Dengan mengikuti tips di atas, diharapkan Anda dapat terhindar dari penipuan kode QR palsu yang bisa menguras isi rekening Anda.








