Di laut, ia bertemu dengan dewa laut yang menyembuhkan penyakitnya dan menjadikannya sebagai ratu pantai selatan.
Namun, versi ini tidak memiliki bukti sejarah yang kuat.
Menurut sejarawan Ahmad Mansyur Suryanegara, nama Dewi Kadita tidak pernah disebutkan dalam naskah-naskah kuno Jawa.
Selain itu, tidak ada catatan sejarah yang menyebutkan bahwa Prabu Brawijaya V memiliki putri bernama Dewi Kadita.
Jadi, kemungkinan besar mitos ini hanyalah hasil dari imajinasi masyarakat.
3. Sebagai Gerbang Gaib dengan Dimensi Lain
Mitos terakhir yang cukup menyeramkan adalah bahwa pantai selatan merupakan gerbang gaib yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia lain.
Konon, di pantai selatan terdapat banyak makhluk halus dan gaib yang berada di dimensi lain.
Beberapa orang percaya bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan makhluk-makhluk tersebut melalui ritual tertentu.
Namun, mitos ini juga tidak memiliki dasar ilmiah yang jelas.
Tidak ada bukti empiris yang dapat membuktikan adanya dimensi lain atau makhluk gaib di pantai selatan.
Mitos ini mungkin berasal dari pengalaman subjektif atau halusinasi beberapa orang yang mengklaim melihat atau merasakan hal-hal aneh di pantai selatan.
Itulah beberapa mitos menyeramkan di pantai selatan Jawa dan penjelasannya.
Meskipun mitos-mitos tersebut tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, tetapi mereka tetap menjadi bagian dari kearifan lokal dan budaya masyarakat Jawa.
Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menjaga kekayaan budaya tersebut, sekaligus bersikap kritis dan rasional dalam menyikapi fenomena alam yang terjadi di pantai selatan.