Indo1.id – Sebuah naskah Alkitab yang diyakini berusia 1.500 tahun telah menimbulkan kontroversi di kalangan umat Kristen.
Naskah tersebut, yang ditemukan di Turki pada tahun 2000, mengandung klaim bahwa Yesus tidak disalib oleh tentara Romawi, melainkan Yudas Iskariot, salah satu dari kedua belas muridnya.
Naskah tersebut, yang dikenal sebagai Injil Barnabas, ditulis dalam bahasa Aram dan ditulis dengan tinta emas di atas kulit binatang.
Naskah tersebut dikatakan merupakan salinan dari Injil asli yang ditulis oleh Barnabas, seorang rasul yang hidup pada abad pertama Masehi.
Injil Barnabas menyajikan versi peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Yesus yang berbeda dengan versi yang terdapat dalam empat Injil kanonik (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes).
Beberapa perbedaan mencolok antara lain:
– Yesus tidak mengaku sebagai Anak Allah, melainkan sebagai nabi yang menyampaikan pesan Allah.
– Yesus tidak bangkit dari kematian, melainkan naik ke surga secara langsung tanpa meninggalkan jejak.
– Yudas Iskariot bukanlah pengkhianat yang menyerahkan Yesus kepada penguasa Romawi, melainkan pahlawan yang mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Yesus.
– Allah membuat wajah Yudas mirip dengan wajah Yesus, sehingga tentara Romawi tertipu dan menyalib Yudas sebagai ganti Yesus.
– Paulus bukanlah rasul yang diutus oleh Yesus untuk menyebarkan Injilnya, melainkan musuh yang menyesatkan umat Kristen dengan ajaran palsunya.
Injil Barnabas juga mengandung unsur-unsur yang sesuai dengan ajaran Islam, seperti:
– Yesus memprediksi kedatangan nabi terakhir, Muhammad, yang akan membawa agama sempurna bagi seluruh umat manusia.