Kisah Perjalanan Koes Plus yang Penuh Tantangan, Hingga Raih Kesuksesan yang Gemilang
- account_circle M Effendi
- calendar_month Sabtu, 7 Okt 2023
- print Cetak

Grup Band Koes Plus Bersaudara. (Foto Instagram @kofama_official)
Indo1.id – Band legendaris Indonesia, Koes Plus, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah musik Tanah Air sejak akhir era 1960-an, terus memikat hati pendengar dengan lagu-lagu abadi seperti ‘Kolam Susu’ dan ‘Diana’.
Koes Plus lahir pada tanggal 27 Agustus 1968, dibentuk oleh dua kakak beradik dari keluarga Koeswoyo, Tonny Koeswoyo dan Yon Koeswoyo.
Mereka mewarisi semangat dan perjalanan Koes Bersaudara yang telah ada di dunia musik sejak tahun 1960.
Koes Bersaudara awalnya terdiri dari Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Nomo Koeswoyo, dan John Koeswoyo.
Namun, setelah merilis album perdananya pada tahun 1963, John memilih untuk mengundurkan diri, meninggalkan empat anggota Koes Bersaudara, yaitu Tonny, Yon, Yok, dan Nomo.
Perjalanan musik Koes Bersaudara dipenuhi dengan berbagai tantangan, bahkan hingga menghadapi masa penjara pada tahun 1965.
Meskipun begitu, mereka terus menciptakan musik yang berani dan bersejarah seperti ‘Di Dalam Bui’, ‘Jadikan Aku Dombamu’, ‘To The So Called The Guilties’, dan ‘Balada Kamar 15’.
Setelah itu, Koes Bersaudara mengalami masa vakum karena kesibukan beberapa anggotanya di luar dunia musik.
Inilah yang membuka jalan bagi Koes Plus untuk muncul dan menjadi salah satu grup musik yang paling populer dan produktif.
Yok dan Nomo Koeswoyo memutuskan keluar dari Koes Bersaudara, yang kemudian membentuk formasi awet yang dikenal dengan baik, yaitu Tonny Koeswoyo (kibor, gitar melodi), Yon Koeswoyo (gitar pengiring), Yok Koeswoyo (gitar bas), dan Murry (drum dan perkusi lainnya).
Koes Plus terus memberikan kontribusi berharga dalam industri musik Indonesia, menciptakan sejarah yang tak terlupakan, dan meraih tempat spesial di hati penggemar musik sepanjang generasi.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar