Hal ini karena pulau baru ini terbuat dari abu dan pecahan batu yang mudah tererosi oleh air laut. Pulau serupa yang terbentuk di tahun 1904, 1914, dan 1986, semuanya hilang akibat erosi.
Namun, jika aktivitas vulkanik berkelanjutan, pulau baru ini bisa menghasilkan aliran lava yang membentuk permukaan yang lebih keras dan tahan lama.
Pulau Iwoto sendiri adalah salah satu dari 111 gunung berapi aktif di Jepang. Pulau ini terus meningkat permukaannya dengan kecepatan satu meter per tahun karena aktivitas gunung berapi yang sangat kuat.
JMA telah menyiapkan sistem observasi 24 jam untuk memantau aktivitas gunung berapi di pulau tersebut.
Kemunculan pulau baru di Jepang ini menarik perhatian banyak orang, termasuk di media sosial.
Beberapa video yang menampilkan detik-detik letusan gunung berapi bawah laut dan pulau baru yang muncul, beredar di media sosial X.
Video-video tersebut diambil dari beberapa sudut dan menampilkan asap masih mengepul di udara.
Kemunculan pulau baru di Jepang ini juga memberikan wawasan baru bagi para ilmuwan tentang proses terbentuknya pulau-pulau di Samudera Pasifik akibat aktivitas vulkanik.
Pulau-pulau di Pasifik banyak yang terbentuk dari gunung berapi bawah laut yang meletus dan membentuk daratan di atas permukaan laut.








