WAKETUM SOKSI Ansari : Supit Jangan Menjebak Ketum Partai GOLKAR Airlangga Dengan Deklarasi “DEPINAS SOKSI”

  • Bagikan
WAKETUM SOKSI Ansari : Supit Jangan Menjebak Ketum Partai GOLKAR Airlangga Dengan Deklarasi “DEPINAS SOKSI”

Pertanyaan sekarang adalah, untuk apa Deklarasi DEPINAS SOKSI itu ? Bukankah deklarasi itu dapat diduga akan menjebak Ketua Umum Partai Golkar Airlangga seolah-olah mengakui DEPINAS SOKSI sebagai ormas Pendiri Partai Golkar padahal melanggar Pasal 37 ayat (2) Anggaran Dasar Partai Golkar sekaligus akan mengelabui seolah-olah deklarasi itu ada artinya dan nilainya mendukung keterpilihan Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar 2024-2029 di dalam Munas Partai Golkar Desember 2024 padahal “bodong” karena DEPINAS SOKSI tidak memiliki hak suara dalam Munas Partai Golkar yang pasti berjalan konsisten dengan AD/ART Partai Golkar ?

Selain itu, politisi senior Partai Golkar tokoh Baladhika Karya itu menambahkan bahwa dalam Munas Partai Golkar Tahun 2019 lampau kelompok DEPINAS SOKSI itu mendukung saudara Bamsoet (Bambang Soesatyo) meskipun pada akhirnya mengundurkan diri ketika itu dan sekarang ini saudara Bamsoet konon menjabat Ketua Dewan Pembina DEPINAS SOKSI itu. Kemudian pada  6  Juli 2024 lalu, saudara Bamsoet melalui suratnya yang dimuat banyak media massa telah menyatakan “siap maju jadi Ketua Umum Partai Golkar pada Munas Desember 2024.”

Baca Juga :  Hari Anak Nasional, PLN UIT JBB Gelar Khitan Sehat Anak Sholeh

Pertanyaannya , terlepas dari sisi AD/ART Partai Golkar dimana ormas “DEPINAS SOKSI” tidak memiliki hak suara didalam Munas Partai Golkar, bukankah fakta pernyataan saudara Bamsoet pada 6 Juli 2024 itu menunjukkan ambivalensi atau kontradiksi sikap DEPINAS SOKSI dengan Ketua Dewan Pembinanya sehingga menampakkan inkonsistensi dukungannya kepada Airlangga ataupun Bamsoet ataukah mungkin diduga sengaja mereka bangun desain seolah-olah demikian tetapi merupakan suatu drama trick politik tertentu untuk membangun posisi bargaining politik mereka ? Jikalau demikian, makin menguatkan dugaan deklarasi DEPINAS SOKSI itu adalah bagian dari manuver jebakan terhadap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga.

Baca Juga :  Isi Pembicaraan SBY dan Jokowi di Istana Bogor: Bahas Kenegaraan atau Jatah Menteri Demokrat?

Menjawab pertanyaan apakah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga menurutnya perlu menghadiri acara  deklarasi DEPINAS SOKSI Supit  tersebut, tokoh SOKSI gemblengan Pak Suhardiman Pendiri SOKSI dan Golkar itu dengan tegas menjawab meyakini kematangan berpolitik Pak Airlangga yang logika politiknya sudah jelas akan pasti menghindari jebakan-jebakan manuver politik sempit dengan deklarasi “bodong” tak jelas begitu.

Selaras dengan penjelasan Waketum SOKSI Ansari itu, Ketua Dewan Pimpinan Nasional SOKSI Ir.Irfan Syahrial menambahkan  dugaannya bahwa rencana deklarasi oleh DEPINAS SOKSI itu lebih merupakan trick politik pragmatis mereka yang diduga sebagai upaya coba-coba bargaining Misbakun Sekjen Depinas DEPINAS SOKSI untuk mendapatkan dukungan Partai Golkar menuju  Anggota BPK (Badan pemeriksa Keuangan) yang sekarang ini proses seleksi sedang berjalan, disamping mungkin juga diduga sebagai upaya bargaining Ketua Dewan Pembina DEPINAS SOKSI saudara Bamsoet yang ingin  kembali Ketua MPR pada periode 2024-2029 selain bukan tak mungkin juga diduga sebagai upaya pendekatan Saudara Ahmadi Noor Supit Ketua Umum Depinas DEPINAS SOKSI mencari dukungan politik menghadapi masalah hukum yang melibatkannya sesuai dalam pemberitaan terkait masalah BPK baru-baru ini.

Baca Juga :  Pusat Keluhan THR Ditutup, Kementerian Ketenagakerjaan Segera Tanggapi Laporan Masyarakat

Sebagai kader Partai Golkar, alumni FOKUSMAKER konsentrasi mahasiswa SOKSI alumni FT USU Medan itu menaruh kepercayaan dan harapan kepada Ketua Umum Pak Airlangga Hartarto  sudah mengantisipasinya dengan tidak akan menghadiri dan menari di gendang trick politik sempit yang tidak searah dengan kebijakan memajukan Partai Golkar kedepan dan beliau tahu persis bahwa banyak hal besar yang perlu dilakukannya didalam Partai Golkar untuk kehidupan bangsa ini sebagaimana harapan jutaan kader dan puluhan jutaan rakyat Indonesia pendukung Partai Golkar.

  • Bagikan