Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Kader PSI Soal Jokowi Layak Jadi Nabi

Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Kader PSI Soal Jokowi Layak Jadi Nabi

  • account_circle Ari arjuno
  • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
  • print Cetak

Indo1.id | Pernyataan kontroversial kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) layak menjadi seorang nabi, memicu gelombang kritik tajam dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari politisi PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, yang menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk kultus individu yang berlebihan dan menyesatkan.

“Ini nalarnya sudah rusak, Dedy Nur Palakka ini. Overkultus dan itu menyesatkan masyarakat,” tegas Ferdinand dalam keterangannya, Jumat (13/6/2025).

Desak Proses Hukum, Bukan Pengultusan

Menurut Ferdinand, alih-alih disanjung seperti nabi, Jokowi justru seharusnya menghadapi proses hukum atas berbagai dugaan pelanggaran selama masa jabatannya sebagai Presiden RI.

“Jokowi itu tidak pantas sebagai seorang nabi, justru seharusnya menghadapi proses hukum karena dianggap patut diduga banyak sekali pelanggaran dan penyimpangan dilakukan,” lanjutnya.

Ia pun menyinggung temuan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), sebuah lembaga jurnalisme investigatif internasional, yang pernah menyebut nama Jokowi sebagai finalis pemimpin terkorup dunia.

Meski statusnya bukan pemenang, namun masuknya nama Jokowi dalam daftar tersebut dianggap Ferdinand sebagai peringatan serius.

Kritik Tajam Terhadap PSI

Ferdinand juga menilai pernyataan Dedy Nur Palakka mencerminkan kegagalan nalar politik dan etika bernegara.

Ia menyebut PSI sebagai partai yang terlalu membangun citra Jokowi dengan cara yang tidak proporsional, bahkan melampaui batas rasionalitas.

“Saya kira, pernyataan seperti ini justru akan membuat rakyat muak. Ini bukan bentuk apresiasi, tapi sudah masuk wilayah penghinaan terhadap akal sehat,” ujar Ferdinand.

Pernyataan Awal Dedy Nur Palakka

Pernyataan yang memicu kontroversi itu disampaikan Dedy Nur Palakka melalui akun media sosial X (sebelumnya Twitter). Dalam unggahannya, ia menyebut:

“Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuma sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat.”

Ungkapan tersebut langsung menuai reaksi keras dari publik dan kalangan politisi, termasuk Ferdinand.

Banyak warganet menilai pernyataan Dedy sebagai bentuk pengultusan yang tidak sehat dan dapat memicu konflik pemahaman keagamaan di tengah masyarakat.

Penutup

Pernyataan Dedy Nur Palakka telah membuka diskursus baru tentang batas antara penghormatan terhadap tokoh negara dan kultus individu yang berlebihan.

Dalam sistem demokrasi yang sehat, kritik maupun pujian harus diletakkan secara proporsional, bukan mengarah pada pembentukan figur yang tak tersentuh.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak PSI belum memberikan klarifikasi resmi atas pernyataan kadernya tersebut.***

  • Penulis: Ari arjuno

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isyana Sarasvati Siapkan Album Baru dan Konser Internasional di 2024

    Isyana Sarasvati Siapkan Album Baru dan Konser Internasional di 2024

    • calendar_month Minggu, 3 Des 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    Indo1.id – Isyana Sarasvati, penyanyi dan pencipta lagu berbakat, memiliki rencana besar untuk karier bermusiknya di tahun 2024. Setelah sukses dengan album Lexicon yang dirilis pada 2019, Isyana kini sedang menyiapkan album barunya yang akan meluncur pada pertengahan 2024. Album ini akan menampilkan lagu-lagu baru yang ditulis dan diproduseri oleh Isyana sendiri, dengan berbagai genre […]

  • Lazio Benamkan Napoli di Kadang Sendiri, 0-1!

    Lazio Benamkan Napoli di Kadang Sendiri, 0-1!

    • calendar_month Sabtu, 4 Mar 2023
    • account_circle Nugroho
    • 0Komentar

    ido1.id – Napoli akhirnya harus menelan kekalahan keduanya musim ini. Saat harus menjamu Lazio, Napoli harus kalah 0-1. Bertanding di di Stadion Diego Armando Maradona, Sabtu 4 Februari 2023. Anak asuh Spaletti harus mengakui keunggulan tim tamu, Lazio, melalui gol semata wayang Matias Vecino di menit 67. Napoli sebenarnya tidak buruk-buruk amat penampilannya. Terbukti dari […]

  • Simulasi Calon Presiden dan Wakil Presiden Versi Cak Imin, Kemungkinan Ada Prabowo-Airlangga

    Simulasi Calon Presiden dan Wakil Presiden Versi Cak Imin, Kemungkinan Ada Prabowo-Airlangga

    • calendar_month Rabu, 3 Mei 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Cak Imin, yang merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengatakan bahwa pertemuan dan diskusi politik dengan berbagai tokoh saat ini merupakan bagian dari upaya mencari pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2024. Menurut Cak Imin, dalam situasi politik yang dinamis saat ini, masih ada kemungkinan munculnya berbagai pasangan calon presiden […]

  • Polri Hentikan Pengusutan Dugaan Kebocoran Data di Aplikasi eHAC

    Polri Hentikan Pengusutan Dugaan Kebocoran Data di Aplikasi eHAC

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Ari arjuno
    • 0Komentar

    Indo1.id – Pihak Kepolisian melalui Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) menghentikan penyelidikan adanya dugaan bocoran data kependudukan di aplikasi Kartu Waspada Elektronik alias Electronic Health Alert Card (eHAC). “Penyelidikan tidak diteruskan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada awak media, Selasa (7/9/2021). Argo mengungkapkan, penyelidikan sudah dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri. […]

  • Mitos Gunung Ungaran: Destinasi Wisata Alam dengan Cerita Mistis

    Mitos Gunung Ungaran: Destinasi Wisata Alam dengan Cerita Mistis

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Gunung Ungaran, salah satu tempat wisata yang menyajikan keindahan alam yang memesona, juga dikenal sebagai tempat yang sarat akan cerita mistis. Terletak di Semarang, Jawa Tengah, gunung ini menjadi daya tarik bagi pendaki dan pengunjung yang mencari pengalaman unik. Salah satu cerita mistis yang melekat pada Gunung Ungaran adalah penampakan macan kumbang hitam […]

  • Menelusuri Jejak Sejarah Kelam di Watu Jagal, Tempel, Sleman

    Menelusuri Jejak Sejarah Kelam di Watu Jagal, Tempel, Sleman

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle M Effendi
    • 0Komentar

    Indo1.id – Terletak di Desa Plataran Banyurejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta, Watu Jagal menyimpan sejarah kelam sebagai tempat eksekusi bagi mata-mata Belanda di masa penjajahan. Di tempat ini, kepala pengkhianat bangsa dipenggal sebagai hukuman, meninggalkan jejak tragedi dan misteri yang masih terasa hingga saat ini. Watu Jagal terbagi menjadi dua bagian, batu bulat dengan cekungan untuk […]

expand_less