Indo1.id – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut terbuka peluang jika kader PDIP dipasangkan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
Gerindra akhirnya tanggapi, melalui juru bicara Partai Gerindra Andre Rosiade, partainya siap bekerja sama dengan pihak manapun, termasuk dengan PDIP.
“Yang pasti untuk kepentingan bangsa dan negara, tentu membangun Indonesia ini harus dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong-royong. Jadi tentu sekali lagi Pak Prabowo siap bekerja sama dengan siapa pun demi kepentingan bangsa dan negara, termasuk dengan PDIP,” tutur Andre, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu 16 April 2023.
Menurutnya , kerja sama itu bisa terjalin, karena antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah bersahabat sejak lama. Sehingga, bukan hal yang sulit jika Gerindra dan PDIP kerja sama di Pilpres 2024.
“Prabowo dan Bu Mega seperti kakak adik, jadi hubungan juga sangat baik. Sekali lagi, seperti yang disampaikan Pak Prabowo berulang-ulang kali, bahkan Sekjen kami Pak Muzani, selain berkomunikasi dengan koalisi 5 partai ini KIB dan KKIR, Pak Prabowo juga akan berkomunikasi dengan PDIP,” terang Andre.
Sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bicara peluang kader partai berlambang banteng itu dipasangkan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Pilpres 2024.
“Peluang-peluang kan bersifat sangat dinamis. Kita tidak hanya berdasarkan aspek elektoral survei,” terang Hasto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Sabtu 15 April 2023.
Hasto menambahkan, peluang kerja sama dengan Gerindra juga positif. Dia mempersilakan untuk deklarasi calon presiden terlebih dahulu, sementara PDIP akan diumumkan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Maka ketika kerja sama itu dilakukan, ya kami menganggap itu sebagai hal yang positif. Sekiranya siap, monggo diumumkan siapa calon presidennya. Kalau bagi PDI Perjuangan, Ibu Mega lah yang akan mengumumkan pada momentum yang tepat,” kata Hasto.
Baru-baru ini, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dikabarkan akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Rencananya, Megawati dan Prabowo akan bertemu saat momen halalbihalal Idul Fitri 2023.
Pertemuan kedua tokoh politik nasional itu sebetulnya sudah biasa, bahkan bisa dibilang sering. Tapi pertemuan kali ini berbeda. Kondisi politik yang semakin hangat, memunculkan banyak spekulasi. Terlebih, saat ini peta politik sudah mulai berpola. Memunculkan blok koalisi. Sudah ada tiga blok yang terbentuk jelang pemilu 2024.
Dulu, PDIP dan Partai Gerindra pernah berkoalisi pada pilpres 2009 dengan menduetkan Megawati dengan Prabowo sebagai pasangan capres-cawapres. Keduanya sepakat, hubungan ini akan berlanjut hingga pilpres 2014. Maka dibuatlah Perjanjian Batu Tulis.
Apakah akan terulang sejarah 2009, patut kita tunggu langkah-langkah yang akan diambil oleh PDI Perjuangan dan Gerindra








