Mitos Larangan Nikah di Bulan Suro dalam Sejarah, Kepercayaan, dan Perspektif Modern

  • Bagikan
Mitos Larangan Nikah di Bulan Suro ( Ilustrasi aa/id )

Indo1.id – Dalam budaya Jawa, terdapat banyak mitos dan kepercayaan yang diwariskan turun-temurun, salah satunya adalah larangan menikah di bulan Suro.

Bulan Suro, yang bertepatan dengan bulan Muharram dalam kalender Islam, dianggap sebagai bulan sakral dan penuh dengan energi mistis.

Kepercayaan ini masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat Jawa hingga saat ini.

Artikel ini akan mengupas sejarah, latar belakang kepercayaan, serta bagaimana perspektif modern melihat larangan tersebut.

Sejarah dan Asal-Usul Kepercayaan

Bulan Suro memiliki makna yang mendalam dalam budaya Jawa, khususnya dalam tradisi Kejawen.

Baca Juga :  Mitos Pusaka Kanjeng Kyai Joko Piturun

Bulan ini dianggap sebagai bulan keramat yang sering dikaitkan dengan kesialan, musibah, atau malapetaka jika digunakan untuk menggelar pernikahan.

Kepercayaan ini konon berasal dari berbagai sumber:

  1. Pengaruh Islam: Dalam Islam, bulan Muharram adalah bulan yang dihormati dan dianjurkan untuk lebih banyak beribadah. Beberapa kalangan menganggap bahwa menggelar pernikahan dalam bulan ini tidak sesuai dengan nuansa kesakralannya.
  2. Kepercayaan Kejawen: Dalam tradisi Kejawen, bulan Suro adalah waktu untuk melakukan ritual spiritual dan tirakat (laku prihatin). Menyelenggarakan acara besar seperti pernikahan dikhawatirkan akan mengundang energi negatif.
  3. Sejarah Kerajaan Mataram: Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa bulan Suro sering digunakan sebagai momen untuk peperangan atau pertapaan raja-raja Jawa. Oleh karena itu, masyarakat menghindari kegiatan perayaan besar di bulan ini.
Baca Juga :  Mitos Kayu Nagasari, yang Penuh Misteri

Mitos dan Akibat Jika Melanggar

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat mengenai akibat jika seseorang menikah di bulan Suro, di antaranya:

  • Rumah tangga akan sering mengalami pertengkaran.
  • Pasangan akan mengalami kesialan atau musibah.
  • Salah satu pasangan akan mengalami kematian dini.
  • Rezeki dalam rumah tangga akan seret.

Kepercayaan ini membuat sebagian besar orang Jawa menghindari pernikahan di bulan Suro. Bahkan, banyak pasangan memilih menunda pernikahan mereka meskipun semua persiapan telah matang.

Baca Juga :  Mitos Kayu Galih Kelor Memiliki Khasiat Mistis dan Perlindungan, Kecantikan dan Awet Muda

Perspektif Modern dan Pandangan Agama

Dalam perspektif modern, larangan menikah di bulan Suro lebih banyak dipandang sebagai mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Sejumlah akademisi dan tokoh agama menilai bahwa kepercayaan ini merupakan bagian dari tradisi turun-temurun yang tidak perlu dijadikan patokan utama dalam menentukan hari pernikahan.

  • Bagikan