Indo1.id – Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih pada Kamis (1/10/2026).
Dalam agenda yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta, sebanyak 18 pejabat dilantik untuk mengisi sejumlah posisi strategis pemerintahan.
Perubahan tersebut tidak hanya mencakup jabatan menteri dan wakil menteri, tetapi juga kepala lembaga, Ombudsman, hingga pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pelantikan 18 pejabat itu menjadi bagian dari penataan kembali susunan pemerintahan untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Tiga Posisi Menko Berubah
Salah satu perubahan penting terjadi pada tiga posisi Menteri Koordinator.
Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sementara Sugiono berpindah dari posisi Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Untuk posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Presiden Prabowo menunjuk Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Perubahan tersebut membuat struktur koordinasi pemerintahan mengalami penyesuaian pada sejumlah bidang strategis.
Arrmanatha Nasir Jadi Menteri Luar Negeri
Posisi Menteri Luar Negeri yang sebelumnya ditempati Sugiono kini diisi Arrmanatha Christiawan Nasir.
Arrmanatha bukan orang baru di Kementerian Luar Negeri. Sebelum dilantik sebagai Menlu, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri.
Diplomat yang akrab disapa Tata tersebut kemudian dilantik Presiden Prabowo untuk memimpin Kementerian Luar Negeri dalam sisa masa pemerintahan 2024–2029.
Pergantian ini menjadi salah satu perubahan yang cukup menonjol dalam reshuffle karena posisi Menlu berpindah dari Sugiono kepada diplomat karier.
M Sarmuji Masuk Kabinet sebagai Menteri Perindustrian
Perubahan juga terjadi di Kementerian Perindustrian. M Sarmuji dilantik sebagai Menteri Perindustrian.
Sarmuji menjadi salah satu pejabat yang masuk dalam jajaran menteri melalui reshuffle kali ini.
Dengan perubahan tersebut, posisi strategis di sektor industri kini berada di bawah kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda pemerintahan di bidang perindustrian.
Listyo Sigit Beralih Menjadi Kepala Staf Kepresidenan
Perubahan lain yang menarik perhatian terjadi pada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Setelah sebelumnya menjabat Kapolri, Listyo Sigit kini dipercaya Presiden Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Posisi Kapolri kemudian diberikan kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sementara Komjen Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri.
Dengan demikian, reshuffle kabinet kali ini sekaligus menandai pergantian kepemimpinan di tubuh Polri.
Perubahan di Sejumlah Posisi Wakil Menteri
Selain menteri, Presiden juga melantik beberapa wakil menteri.
Drajad Hari Wibowo dilantik sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Sementara di Kementerian Keuangan, terdapat dua nama yang dilantik sebagai wakil menteri, yakni Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman.
Untuk Kementerian Pertanian, Presiden melantik Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Sedangkan Irwan Meilano dipercaya sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Perubahan di Lembaga Negara
Reshuffle juga menyentuh sejumlah lembaga negara.
Nuzran Joher dilantik sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia, sementara Radian Syam menjadi anggota Ombudsman.
Selain itu, Dedi Prasetyo dipercaya sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Presiden juga melantik Aryanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Daftar 18 Pejabat yang Dilantik
Berikut daftar 18 pejabat yang dilantik Presiden Prabowo pada Kamis, 1 Oktober 2026:
- Bahlil Lahadalia – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi
- Sugiono – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
- Dudung Abdurachman – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
- Arrmanatha Christiawan Nasir – Menteri Luar Negeri
- M Sarmuji – Menteri Perindustrian
- Drajad Hari Wibowo – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
- Nurkholisoh Ibnu Aman – Wakil Menteri Keuangan
- Luky Alfirman – Wakil Menteri Keuangan
- Muhammad Saleh Mustafa – Wakil Menteri Pertanian
- Irwan Meilano – Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan
- Listyo Sigit Prabowo – Kepala Staf Kepresidenan
- Dedi Prasetyo – Kepala Badan Reforma Agraria Nasional
- Aryanto Wibowo – Wakil Kepala BPKP
- Fadil Imran – Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa
- Nuzran Joher – Ketua Ombudsman RI
- Radian Syam – Anggota Ombudsman RI
- Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto – Kapolri
- Komjen Pol Wahyu Hadiningrat – Wakapolri.
Pemerintahan Memasuki Babak Penataan Baru
Reshuffle pada 1 Oktober 2026 memperlihatkan perubahan pada sejumlah posisi strategis, mulai dari kementerian koordinator hingga lembaga negara dan institusi kepolisian.
Bagi para pejabat yang baru dilantik, perubahan jabatan tersebut sekaligus menempatkan mereka pada tanggung jawab baru untuk menjalankan tugas pemerintahan hingga berakhirnya masa jabatan Kabinet Merah Putih.
Sementara itu, perubahan posisi sejumlah pejabat senior, termasuk Listyo Sigit Prabowo yang berpindah dari Kapolri menjadi Kepala Staf Kepresidenan, menjadi bagian dari konfigurasi baru pemerintahan setelah reshuffle.***









Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.