David Ozora Tak Bisa Pulih Seperti Semula, Jonathan Latumahina Ungkap Kondisi Anaknya Terkini

  • Bagikan
Jonathan Latumahina beberkan kondisi terkini putranya, tidak bisa sembuh seperti sedia kala (doc.foto Instagram/@idvrberjalan)

Indo1.id – Polemik kasus penganiayaan David Ozora yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo telah memasuki babak baru.

Pasalnya ayah dari David Ozora ialah Jonathan Latumahina usai menjadi saksi di sidang AG anak berkonflik hukum, telah memberikan keterangan terkait Kondisi terkinidari David Ozora.

Turut hadiri sidang eksepsi di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari Senin (3/4/2023).

Saat itu, Jonathan bersama saudara dan juga kuasa hukum David memberikan beberapa keterangan medis dari David Ozora.

Baca Juga :  Daftar Prestasi dan Inovasi Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah

Usai mendapat penganiayaan Mario Dandy Satriyo pada 20 Februari 2023 lalu, kini Kondisi David sudah mulai membaik.

Namun, disini Jonathan Latumahina menjelaskan secara kesadaran kualitatif David Ozora masih belum ada.

Sedangkan untuk kesadaran kognitif, David sudah bisa melihat, mendengar, dan melakukan perintah sederhana.

“Nah, Kondisi terakhir sampai saat ini sudah mengalami banyak terapi, sudah mengalami kemajuan, tetapi yang kuantitatif,” Ujar Jonathan.

Baca Juga :  Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan Negara Mitra Digelar di Jakarta Pekan Depan

Kesadaran kognitif bersifat umum, seperti bisa buang air besar dan air kecil. Dan dia juga sudah bisa menelan makanan.

“Artinya, dia bisa boker, dia bisa pipis, secara otomatis seperti kita kalau kebelet. Dia bisa menelan, minum, dan lain-lain Tapi kesadaran kualitatifnya belum,” Sambungnya.

Jonathan juga mengungkapkan kekecewaannya setelah menghadiri sidang atas penganiayaan yang dilakukan terhadap putranya tersebut.

Baca Juga :  Kaesang Pangarep, Putra Bungsu Jokowi yang Jadi Ketua Umum PSI

Jonathan mengatakan jika sekarang dia sering membagikan Kondisiterkini putranya itu di media sosial.

“Jadi, sekarang kalau saya sering posting di medsos itu menunjukkan hal-hal yang dia respons di awal. Dia senyum, menangis, itu adalah harapan-harapan kesadaran kualitatifnya pulih,” ungkapnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan