Harga Cabai di Jatim Melonjak Naik
- account_circle Hanken Arya
- calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
- print Cetak

Ilustrasi kenaikan cabai di sejumlah daerah di Jawa Timur
Indo1 Megapolitan – Harga cabai rawit di beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim), mengalami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Surabaya, harga cabai rawit bahkan menembus Rp 67.400 per kilogram. Sedangkan, di Kota Batu mencapai harga Rp 71.250 per kilogram. Padahal, harga normal cabai rawit ini berada di kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu saja.
“Di sentra produksi sendiri di produsen harga cabai bisa mencapai Rp 54.000 per kilogram saat ini,” ungkap Tri Bagus Sasmito, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jatim pada Sabtu (18/1).
Bagus juga menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai ini, disebabkan oleh kondisi cuaca di Jatim seperti curah hujan yang tinggi, serangan hama, dan penundaan masa tanam. Apalagi, permintaan luar daerah juga mengalami peningkatan dan turut memicu kenaikan. Banjir di Jakarta dan Banten kemarin, menurutnya juga menyedot stok cabai yang cukup besar.
“Recovery banjir kemarin menyedot beberapa komoditi termasuk cabai cukup besar. Kebutuhannya lumayan tinggi. Itu juga ikut menyumbang, disamping curah hujan dan hama,” terangnya.
Meski begitu, Bagus memprediksikan bahwa kenaikan harga cabai di Jatim ini tidak berlangsung lama. Sebab sekitar bulan Februari hingga April 2020, beberapa sentra produksi cabai rawit di Jatim seperti Kediri dan Blitar sudah memasuki masa panen raya. Bagus pun berharap tidak adanya gangguan selama panen raya agar harga cabai kembali stabil.
“Kediri mungkin bulan Februari awal ini akan panen raya sekitar 900 hektare, itu kami harapkan bisa berkontribusi untuk menurunkan harga cabai rawit,” terang Bagus.
Meski harga di pasaran cukup tinggi, Bagus memastikan bahwa stok cabai di Jatim masih mencukupi. Untuk menurunkan harga tersebut, Disperindag bersama dengan Dinas Pertanian Jatim tengah memetakan daerah mana saja yang akan segera panen. Bagus memprediksi panen raya berjalan baik di rentang Maret hingga April 2020, dimana harga cabai berada di titik terendah. (I1AA12)
- Penulis: Hanken Arya


Saat ini belum ada komentar