- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Pasien Gagal Ginjal Didorong Lakukan Transplantasi

  • Bagikan
Menko PMK Muhadjir Effendy.(
Menko PMK Muhadjir Effendy.(Humas Kemenko PMK)

Indo1, Jakarta  – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mendorong pasien gagal ginjal untuk dapat melakukan transplantasi atau cangkok ginjal. Transplantasi ginjal menjadi terapi pilihan, utamanya untuk sebagian besar pasien dengan stadium akhir.

“Dihitung-hitung sebetulnya beban yang harus dibayar oleh pemerintah juga lebih ringan dengan melakukan transplantasi daripada harus cuci darah,” ujarnya saat audiensi daring bersama pasien gagal ginjal di masa pandemi Covid-19.

Gagal ginjal disebut menjadi satu dari empat penyakit terbesar yang menghabiskan 12% dana katastropik oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan setelah penyakit kanker, jantung, dan stroke.

Data menunjukkan 10% dari penduduk dunia terkena penyakit ginjal kronik (PGK) atau yang terjadi akibat gejala gagal ginjal awal yang tidak segera diobati dan berangsur-angsur memburuk. Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesda) tahun 2018, prevalensi PGK meningkat dua kali lipat menjadi 0,38% dari 0,2% pada 2013.

“Saya sudah ngobrol dengan dokter di RSCM beliau juga setuju kenapa tidak didorong saja untuk melakukan transplantasi. Sekarang sudah banyak sekali ahli-ahli di RS-RS yang ada di daerah maupun di RS pusat yang berada di bawah kewenangan Kemenkes,” tutur Muhadjir.

Tidak hanya itu, ia pun mendesak untuk segera dibentuk Dewan Transplantasi Nasional (DTN). Dewan inilah yang nanti akan memberikan landasan-landasan etis, etik, terkait dengan donor, hubungan antara pendonor dan yang akan ditransplantasi, termasuk penanganannya.

“Karena itu saya minta juga untuk ikut mendorong pemerintah yang berwenang untuk membentuk Dewan Transplantasi Nasional ini,” tandasnya.

Penulis: Muhammad Irwan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *