AP2LI Meminta Sekjen APLI Bertanggungjawab Atas Pernyataan di Depan DPR RI

  • Bagikan
AP2LI Gelar Konferensi Pers

Indo1- Asosiasi Perusahaan Penjualan Langsung Indonesia (AP2LI) meminta Asosiasi Penjulan Langsung (APLI) bertanggung jawab atas pernyataan Sekjen APLI Ina Rachman saat di dengar pendapat Komisi VI DPR RI.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Dr. Ilyas Indra bersama pengurus melakukan Konfrensi Pers di Jakarta.

“Di dalam dengar pendapat tersebut saudari Ina menyampaikan dan menyebut bahwa AP2LI adalah asosiasi yang 90 persen anggota perusahaanya menjalankan bisnis aplikasi Robot trading, ” kata Ilyas Indra.

Baca Juga :  Perjalanan Tiga Ormas Pendiri Partai Golkar 'Pendukung Ketua Umum Partai Golkar Dr. Ir. Airlangga Hartarto' Pada Munas Partai Golkar Tahun 2019.

Untuk Itulah, AP2LI tidak terima dan Sekjen APLI Ina Rachman harus bertanggungjawab.

Menurut Ilyas Indra itu tidak benar, dapat disampaikan anggota Perusahaan AP2LI adalah 178 perusahaan yang kesemuanya memiliki Surat Ijin Penjualan Langsung.

Lalu juga produk dengan berbagai jenis, baik suplemen, pertanian, kecantikan atau kesehatan.

“Adapun yang bergerak di aplikasi robot trading hanya 5 perusahaan atau 3 %, dimana 1 perusahaan sudah mengundurkan diri dan 4 perusahaan lain sudah di berhentikan, “papar Indra.

Sehingga sambung dia, untuk saat ini sudah tidak ada perusahaan yang bergerak di aplikasi robot trading di AP2LI.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan