- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Proyek Shortcut Singaraja di Kebut, Pihak Kontraktor Optimis Tepat Waktu.

  • Bagikan
Proyek Shortcut Singaraja di Kebut Pihak Kontraktor Optimis Tepat Waktu.

indo1.id – Singaraja Bali – proyek pembangunan jalur shortcut di Titik 7A sampai titik 7C serta titik 8 kini dalam pengerjaan oleh kontraktor pelaksana yang diyakini  pekerjaan akan selesai tepat waktu sesuai dengan kontrak kerja pada akhir Oktober mendatang. 

Proyek shortcut masih dalam tahap pengerjaan penguatan struktur baik dari tanah dan tebing. Bahkan titik terberat padi titik 7B karena dekat dengan persimpangan di KM 18 jalur alternatif menuju desa Lemukih sementara beberapa pekerjaan penguatan tebing melakukan pengerukan struktur tanah. Maklum tebing ini memiliki ketinggian ektrim yang mencapai kurang lebih sekitar 40 meter.

Pihak kontraktor yang di menangkan oleh PT Sinar Bali Bina Karya optimis dan yakin bahwa pekerjaan ini tepat waktu pada akhir kontak Oktober mendatang. Adapun progres pekerjaan ini sudah mencapai sekitar 60 persen menurut projek menejer PT Sinar Bali Bina Karya, I Putu Wahyu Nayaka.

Ia mengatakan hampir seluruh jenis pengerjaan sedang dalam proses pembangunan. Adapun pengerjaan di mulai dari pembangunan jembatan di 2 titik, pengerukan tebing, pembuatan badan jalan, dan pembangunan anjung pandang yang berisi patung ” IDA PANJI LANDUNG.

Lanjut Nayaka menjelaskan, dalam proses pengerjaan pihaknya membutuhkan anggaran cukup besar, sehingga kontraktor pelaksana proyek mengajukan adendum kontrak pada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional ( BBPJN ) wilayah VIII Surabaya sebagai pemilik proyek ini.

Setelah melakukan proses tender kementerian Pekerjaan umum perumahan rakyat ( PUPR ) mengalokasikan dana anggaran PAGU sebesar Rp 145,56 milyar dan kemudian melalui proses panjang dan penawaran di sahkan PT Sinar Bali Bina Karya memenangkan tender kementerian tersebut dengan penawaran sebesar Rp 113,43 milyar.

Nayaka juga menambahkan jika pekerjaan shortcut tersebut memangkas 17 titik tikungan tajam dan merubah kemiringan hanya sebesar 10 persen, sehingga akan mengurangi angka potensi kecelakaan lalulintas, ” pungkasnya.(gung/i1)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.