Indo1.id Gunung Merapi pagi kemarin tercatat mengalami 3 kali guguran vulkanik, dengan Amlitudo di angka 4-24 mm dengan durasi 61.5-136.9 detik. Sebut Balai Penyelidikan PEngembangan Teknologi (BPPTKG) Daerah IStimewa Yogyakarta.
“Awan panas guguram di Gunung Merapi tanggal 8 Februari 2023 pukul 07.10 WIB,” tutur Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso.
BPPTKG memperkirakan potensi bahanya, diantaranya berupa guguran lava dan awan panas di selatan-barad daya, meliputi sungai boyong sejauh 5 km, sungai bedog, sungai krasak, dan bebeng sejauh 7 km.
Di tenggara ke arah sungai woro sejauh 3 km dan sungai gendol 5 km. lontaran abu vulkanik jikalau terjadi letusan eksplosif juga dapat menjangkau radius 3 km dari puncak gunung.
Meskipun sejauh ini, status siaga (Level III) masih ditetapkan. BPPTKG menghimbau untuk masyarakan yang disekitar lokasi terdampak untuk tidak melakukan aktifitas yang berlebihan diluar rumah.
“Sampai saat ini info dampak hujan abu terjadi di wilayah Desa Sangup, Kec. Musuk dan Desa Mriyan, Kec. Tamansari – Kab. Boyolali,” begitu tweet resmi BPPTKG, Rabu 8 Februari 2023 kemarin.








