Sementara itu, Dokter THT RSUD Batang Muyassaroh mengatakan, perawatan kesehatan telinga merupakan hal yang harus kita perhatikan, karena jika sudah akut akan berbahaya hingga tidak dapat mendengar.
“Selama pemeriksaan tadi kebanyakan yang konsultasi adalah kurang dengar yang disebabkan kotoran padat dan dalam. Adanya kotoran padat dan dalam pada telinga efek dari pasien yang setiap hari selalu mengorek-orek telinga itu harus diperiksakan,” terangnya.
Sebetulnya mengorek telinga tidak dianjurkan, karena dibiarkan saja secara alami telinga akan membersihkan kotoran keluar dengan sendiri.
Kurangnya pendengaran akan menimbulkan dampak yang besar terutama bagi pelajar akan mengganggu belajarnya. Apalagi pelajar saat ini banyak menggunakan headset dengan durasi lama karena main game atau nonton youtube.
“Aturan yang benar penggunaan headset pada telinga durasi maksimal 60 menit dan volume suara hanya 60 persen saja. Kalau sudah lebih dari itu harus berhenti, karena berbahaya bisa menyebabkan kurang pendengaran,” ujar dia.
Ia berharap, adanya pelayanan konsultasi, pemeriksaan kesehatan telinga dan pendengaran secara gratis bisa membantu sedikit masyarakat Kabupaten Batang yang mengalami gangguan








