Internasional ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Putin.
- account_circle M Effendi
- calendar_month Senin, 20 Mar 2023
- print Cetak

๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ญ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฏ๐ข ๐๐ฏ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐ข๐ด๐ช๐ฐ๐ฏ๐ข๐ญ ๐๐๐ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ข๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ณ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ ๐๐ณ๐ฆ๐ด๐ช๐ฅ๐ฆ๐ฏ ๐๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐๐ญ๐ข๐ฅ๐ช๐ฎ๐ช๐ณ ๐๐ถ๐ต๐ช๐ฏ ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ซ๐ข๐ฉ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ.
indo1.id – Pengadilan Pidana Internasional ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin atas kejahatan perang.
Atas hal tersebut, negara-negara anggota ICC wajib melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap Putin.
Akan tetapi, Putin kemungkinan besar tidak akan ditangkap dan dijebloskan ke bui di Den Haag, Belanda, dalam waktu dekat.
Surat perintah penangkapan dari ICC sudah pasti akan mengganggu kemampuannya untuk bepergian dengan bebas dan bertemu dengan para pemimpin dunia lainnya.
Para pemimpin dunia juga akan pikir-pikir jika mereka akan bertemu dengan Putin, sebagaimana dilansir Reuters, Sabtu 18 Maret 2023.
Saat ini, Putin adalah kepala negara ketiga di dunia yang didakwa oleh ICC. Putin dituduh bertanggung jawab atas kejahatan perang dengan mendeportasi anak-anak Ukraina ke Rusia.
Kremlin dengan cepat menolak tuduhan tersebut. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, keputusan ICC tersebut tidak ada artinya bagi Rusia, termasuk dari sudut pandang hukum.
Kewajiban menangkap Putin
123 negara anggota ICC wajib menangkap dan memindahkan Putin jika dia menginjakkan kaki di wilayah mereka.
Rusia bukan anggota ICC. Tiga negara besar yaitu China, AS, dan India, juga bukan anggota ICC.
Pengadilan kejahatan perang permanen dunia diciptakan melalui Statuta Roma, sebuah perjanjian yang diratifikasi oleh semua negara Uni Eropa, Australia, Brasil, Inggris, Kanada, Jepang, Meksiko, Swiss, 33 negara Afrika, dan 19 negara di Pasifik Selatan.
Rusia menandatangani Statuta Roma pada 2000. Akan tetapi, Moskwa menarik dukungannya pada 2016 setelah ICC mengklasifikasikan aneksasi Rusia atas Semenanjung Crimea sebagai konflik bersenjata.
Putin tidak bodoh. Dia tidak akan bepergian ke luar negeri ke negara tempat dia mungkin ditangkap, kata asisten profesor sejarah di Universitas Utrecht Iva Vukusic.
Dia tidak akan dapat melakukan perjalanan cukup banyak di tempat lain di luar negara-negara yang jelas-jelas bersekutu atau setidaknya bersekutu dengan Rusia, kata Vukusic.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar