Senggol Ibu Ida Dayak, Pesulap Merah Diajak Ketemuan oleh Warga Kalimantan Tengah.

  • Bagikan
π‘†π‘’π‘›π‘”π‘”π‘œπ‘™ 𝐼𝑏𝑒 πΌπ‘‘π‘Ž π·π‘Žπ‘¦π‘Žπ‘˜, π‘ƒπ‘’π‘ π‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘€π‘’π‘Ÿπ‘Žβ„Ž π·π‘–π‘Žπ‘—π‘Žπ‘˜ πΎπ‘’π‘‘π‘’π‘šπ‘’π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘Šπ‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Ž πΎπ‘Žπ‘™π‘–π‘šπ‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘› π‘‡π‘’π‘›π‘”π‘Žβ„Ž. (πΉπ‘œπ‘‘π‘œ: π‘ƒπ‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘šπ‘π‘œπ‘ .π‘π‘œπ‘š)

Marcel kemudian membahas anggapan bahwa Suku Dayak di Kalimantan selalu dikaitkan dengan nuansa mistis, dan mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan seseorang dari Suku Dayak yang dianggap sakti.

Pernyataannya memicu reaksi dari seorang warga Kalimantan Tengah bernama Eda Steven Lalung yang juga keturunan Suku Dayak.

Eda menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Pesulap Merah, dan Marcel menyambut permintaan tersebut dengan antusiasme.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Lepas 178 Bus Mudik Gratis, Sebuah Komitmen Kerakyatan Yang Luar Biasa!

Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya berbicara melalui telepon. Marcel mengklaim bahwa percakapan mereka terjalin dengan baik dan melegakan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan