Indo1.id – Menurut Ujang Komarudin, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, buruh tidak mampu menjadi kekuatan politik besar di Indonesia meskipun mereka merupakan kelas pekerja terbesar di negara ini.
Ujang menjelaskan bahwa meskipun buruh memiliki jumlah yang besar, mereka tidak dihitung sebagai kekuatan politik karena sudah terafiliasi dengan banyak partai politik.
Ujang mengatakan bahwa kekuatan buruh saat ini sudah terpecah dan terbagi-bagi ke berbagai partai politik, sehingga suara buruh tidak lagi bulat.
Bahkan pada tahun 1998 saat Partai Buruh pertama kali didirikan, partai tersebut kalah dalam tiga kali pemilihan umum dan bahkan tidak lolos parlemen.
Menurut Ujang, salah satu faktor penyebab buruh tidak menjadi kekuatan politik besar di Indonesia adalah karena mereka sudah terfragmentasi dan terbagi-bagi dukungannya ke banyak partai politik.
Ujang mengatakan bahwa Partai Buruh yang ada saat ini merupakan reinkarnasi dari Partai Buruh yang sempat bubar beberapa tahun lalu.